Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Kecelakaan Kedua Boeing 737 MAX 8

Ahad 31 Mar 2019 07:25 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda

CEO Ethiopian Airlines, Tewolde Gebremariam, melihat puing-puing dari pesawat yang meledak tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, Etiopia, Ahad (10/3).

CEO Ethiopian Airlines, Tewolde Gebremariam, melihat puing-puing dari pesawat yang meledak tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, Etiopia, Ahad (10/3).

Foto: Facebook Ethiopian Airlines via AP
Ada indikasi jatuhnya ET302 mirip dengan JT 610

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belum terungkapnya hingga tuntan kecelakaan pesawat Lion Air registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610, insiden kembali terjadi dengan jenis pesawat yang sama. Pesawat Maskapai Etiopia dengan nomor penerbangan ER 302 yang sedang terbang menuju Nairobi jatuh pada Ahad (10/3). 

Pesawat yang membawa 149 penumpang dan delapan awak itu jatuh di dekat Kota Bishoftu, yang terletak sekitar 62 kilometer tenggara ibu kota Ethiopia, Addis Ababa. Maskapai memastikan pesawat tersebut juga berjenis Boeing 737 MAX 8. 

Selang beberapa waktu usai kecelakaan Maskapai Etiopia, muncul indikasi kemiripan dengan insiden pesawat Lion Aor JT 610. The Guardian menyebutkan kementerian setempat sudah menyampaikan indikasi tersebut pada Ahad (17/3). 

Menteri Transportasi Dagmawit Moges mengatakan alat perekam penerbangan dari penerbangan ET 302 tersebut ditemukan dalam kondisi baik. "Ini memungkinkan kami untuk mengambil hampir seluruh data di dalamnya," tutur Moges. 

e

photo
Ethiopian Airlines Jatuh. Puing-puing yang diduga berasal dari pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh ditemukan di Hejere, 50 km dari Addis Ababa, Kenya (10/3).

Moges menilai jatuhnya ET302 dan JT610 terdapat indikasi kesamaan yang cukup jelas. Sebab, pesawat tersebut terbang dengan perubahan arah sangat mendadak dan diduga terjadi karena masing-masing pilot kesulitan untuk mengontrol pesawat.

Terkait indikasi kemiripan tersebut, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengajukan penawaran kerja sama investigasi dengan otoritas Ethiopia. "Kerja sama ini ditunjukkan untuk keperluan bersama dan saling melengkapi data kecelakaan," kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, Kamis (21/3).

Sesuai dengan data yang dimiliki KNKT saat ini, kata Soerjanto, pihaknya tidak dapat memberikan komentar tentang ada atau tidaknya kesamaan antara kecelakaan ET302 dengan JT610. Jika nantinya ada perkembangan lain dan KNKT dapat memberikan data kecelakaan ET302, Soerjanto memastikan pihaknya akan mengkaji dan menganalisa secara mendalam untuk mebngkapi data di kecelakaan Lion JT610. 

Pengamat penerbangan Alvin Lie juga melihat jatuhnya pesawat Maskapai Etiopia mirip dengan kecelakaan pada pesawat Lion Air yang jatuh pada 28 Oktober lalu. "Pesawatnya tersebut terlihat menukik tajam sama dengan peristiwa pada jatuhnya Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610 rute Jakarta-Pangkal Pinang," jelas Alvin. Alvin menambahkan pola pendakian pesawat juga tidak normal sehingga indikasi awal gejalanya mirip PK-LQP. Rahayu Subekti

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA