Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Ada MRT, Pemerintah Ingin 2024 Jakarta tak Macet Lagi

Ahad 24 Mar 2019 13:55 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Dwi Murdaningsih

Warga menggunakan MRT (Mass Rapid Transit) pada hari terakhir uji coba publik pengoperasian fase I koridor Lebak Bulus - Bundaran HI di Jakarta, Sabtu (23/3/2019).

Warga menggunakan MRT (Mass Rapid Transit) pada hari terakhir uji coba publik pengoperasian fase I koridor Lebak Bulus - Bundaran HI di Jakarta, Sabtu (23/3/2019).

Foto: Antara/Fanny Octavianus
Pemerintah menargetkan pada 2024 atau 2026, Jakarta sudah tidak macet. l

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Pemerintah menargetkan tahun 2024 atau 2026 Jakarta sudah tidak macet lagi. Pemerintah saat ini sudah selesai membangun Moda Raya Terpadu (MRT) fase pertama rute Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Lebak Bulus dan membulai fase keduanya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan MRT fase ketiga pun juga akan digarap untuk melengkapi moda transportasi baru tersebut.

Baca Juga

“Insya Allah tahun ini atau awal depan kita akan memulai tahap ketiga dari Cikarang sampai Balaraja. Kita perkirakan mungkin tahun depan kuartal kedua,” kata Budi usai menghadiri peresmian MRT tahap pertama di kawasan Bundaran HI Jakarta, Ahad (24/3).

Dia menjelaskan, MRT fase ketiga tersebut akan memiliki lintasan sepajang 78 kilometer. Jika MRT fase ketiga sudah terbangun nantinya, Budi memastikan nantinya Indonesia, khususnya Jakarta memiliki layanan moda transportasi MRT sepanjang 100 kilometer. Budi menuturkan, pemerintah saat ini memang sedang fokus membangun moda transportasi terpadu di Jakarta.

“Tahap demi tahap akan dilakukan karena pada dasarnya kita sedang mengkonsepkan Jakarta sebagai suatu kota paling besar di Indonesia dengan angkutan massal yang paripurna,” kata Budi.

Jika angkutan massal di Jakarta sudah paripurna, kata Budi, maka kemacetan juga dapat dihilangkan secara bertahap. Budi menegaskan pemerintah ingin sekali menargetkan pada 2024 atau 2026, Jakarta sudah tidak macet lagi.

Budi mengharapkan, MRT nantinya bisa menjadi permulaan bagi Jakarta untuk memaksimalkan penggunaan transportasi massal. “Pada akhirnya masyarakat meninggalkan angkutan individu dan menggunakan angkutan massal,” kata Budi.

Presiden Joko Widodo, hari ini meresmikan MRT tahap pertama dengan rute Bundaran HI-Lebak Bulus. Peresmian tersebut juga diikuti dengan pencanangan pembangunan MRT tahap kedua dengan rute Bundaran HI-Stasiun Jakarta Kota.

“Kami tuntaskan pembangunan 13 stasiun dan nanti MRT beroperasi delapan rangkaian mulai pukul 05.30 WIB sampai 22.30 WIB dengan delapan rangkaian," jelas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam peresmian MRT fase satu di kawasan Bundaran HI, Ahad (24/3).

Setelah April 2019, Anies memastikan MRT akan diupayakan beroperasi dengan 16 rangkaian. Sehingga, kata dia, MRT fase pertama dapat beroperasi mulai pukul 05.00 WIB hingga 00.00 WIB dengan perkiraan penumpang hingga 65 ribu orang perhari bertahap hingga 130 ribu orang perhari.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA