Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Kadin: Pengusaha Harus Siap Hadapi Era Disrupsi

Jumat 22 Mar 2019 23:01 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda

Cafe CEO. (Dari Kiri) Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P.Roeslani,Dirut BRI Syariah Moch. Hadi Santoso, Direktur Keuangan dan Oprasional BNI Syariah Wahyu Avianto dan Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaidi menjadi narasumber pada acara Cafe CEO Republika,Jakarta, Jumat (22/3). Diskusi santai tersebut mengambil tema Benerkah Disrupsi Mamatikan Bisnis?

Cafe CEO. (Dari Kiri) Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P.Roeslani,Dirut BRI Syariah Moch. Hadi Santoso, Direktur Keuangan dan Oprasional BNI Syariah Wahyu Avianto dan Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaidi menjadi narasumber pada acara Cafe CEO Republika,Jakarta, Jumat (22/3). Diskusi santai tersebut mengambil tema Benerkah Disrupsi Mamatikan Bisnis?

Foto: Prayogi/REPUBLIKA
Tantangan pengusaha adalah kemajuan teknologi yang cepat dan inovasi yang tak terduga

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umun Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Rosan Roeslani, mengatakan salah satu tantangan pengusaha di era disrupsi saat ini adalah kemajuan teknologi yang cepat dan inovasi yang kerap tak terduga sebelumnya. Agar bisa tetap bertahan, Rosan menilai pengusaha harus siap untuk ikut melakukan perubahan sesuai dengan laju kemajuan teknologi.

Baca Juga

Rosan menceritakan dalam sektor perbankan saja misalnya, sudah sejak lama perusahaan perbankan yang mengurangi jumlah teler sejak ada mesin ATM. Apalagi saat ini pesatnya arus transaksi online, nantinya pekerjaan teler ini mau tidak mau akan mudah terhapuskan.

"Jadi kta saat ini masih masa transisi, pekerjaan satu akan hilang maka akan ada pekerjaan baru. Masa transisi ini kita harus waspada. Akan ada 60 juta dunia akan ada 800 juta sektor pekerjaan yang hilang," ujar Rosan di Cafe CEO, Jumat (22/3).

Rosan pun mengatakan meski nantinya akan ada banyak sektor lapangan pekerjaan yang hilang namun kemajuan teknologi dan era disrupsi juga akan menciptakan lapangan pekerjaan baru dengan sektor sektor yang saat ini sedang berkembang. Karena perkembangan hal tersebut, Rosan mengatakan pengusaha perlu menyiapkan SDM dan perusahaannya untuk bisa bersaing di era ini.

"Nah, sekarang tantangannya adalah lapangan pekerjaan baru. Lalu bagamana kita mengubah dan menambah skill dari pekerja kita yang akan hilang dan diganti dengan pekerjaan baru," ujar Rosan.

Rosan juga menambahkan kemajuan teknologi ini tak selalu berdampak buruk. Kemajuan teknologi saat ini merupakan infrastruktur ekonomi yang bisa menjadi peluang bagi pengusaha untuk bisa mengembangkan bisnisnya.

"Maka, memang harus beradaptasi dengan perubahan. PR (Pekerjaan Rumah)-nya adalah bagaimana kita mengubah mindset dari perubahan ini," ujar Rosan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA