Senin, 22 Ramadhan 1440 / 27 Mei 2019

Senin, 22 Ramadhan 1440 / 27 Mei 2019

Astra Tambah Investasi 100 Juta Dolar AS ke Gojek

Senin 04 Mar 2019 14:20 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Rider Gojek

Rider Gojek

Foto: Dok: Go-Jek
Total investasi Astra International di Gojek kini mencapai 250 juta dolar AS

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Astra International Tbk dan Gojek menjalin kesepakatan pembentukan perusahaan patungan atau joint venture (JV). Kehadiran JV ini untuk mendorong pengembangan bisnis ride hailing roda empat yang diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan layanan transportasi online pintu ke pintu bagi masyarakat.

Baca Juga

Pada kesempatan ini, Astra juga mengumumkan partisipasinya dalam tahap pertama pendanaan seri F Gojek dengan investasi sebesar 100 juta dolar AS. Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengatakan pembentukan perusahaan patungan dan partisipasi Astra dalam pendanaan seri F menunjukkan kepercayaan kepada Gojek sekaligus wujud nyata dari eksplorasi kerja sama untuk menciptakan sinergi dengan bisnis otomotif Astra.

Dengan tambahan investasi tersebut, total investasi Astra pada Gojek kini mencapai 250 juta dolar AS. “Kami berharap kerja sama ini dapat membantu masyarakat luas masuk ke sektor ekonomi formal, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa,” ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika, Senin (4/3).

Saat ini Indonesia tercatat memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi digital paling pesat di Asia Tenggara. Dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 49 persen pada periode 2015-2018, sektor ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan mencapai 100 miliar dolar AS pada 2025 dari 27 miliar dolar AS pada 2018.

Kemitraan strategis yang terjalin antara Astra dan Gojek diharapkan dapat memaksimalkan potensi Indonesia untuk terus menjadi pelopor ekonomi digital yang terdepan di kawasan Asia Tenggara.

Sementara Chief Executive Officer dan Founder Gojek Nadiem Makarim mengatakan potensi perekonomian digital di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, harus dimaksimalkan oleh para pelaku bisnis dengan menggabungkan kekuatan di masing-masing industri.

“Gabungan kekuatan Astra di bidang otomotif dan Gojek di bidang teknologi melalui kerja sama ini diharapkan akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk memiliki sumber penghasilan, sehingga mampu untuk meningkatkan kesejahteraan,” ucapnya.

Diluncurkan pada Januari 2015, Gojek kini menjadi salah satu pemain terdepan di Asia Tenggara untuk sektor digital and mobile consumption. Gojek saat ini telah berkembang menjadi superapp yang membentuk sebuah ekosistem untuk kemudahan bertransaksi, menghubungkan jutaan konsumen dengan jutaan mitra pengemudi, mitra usaha (merchant) dan penyedia layanan (service provider).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA