Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Inalum: Cadangan Freeport Masih Besar

Jumat 01 Mar 2019 09:37 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolanda

Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin (tengah)

Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin (tengah)

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Cadangan yang disebut hingga 2051 adalah cadangan siap tambang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) sebagai induk perusahaan tambang mengakui cadangan yang dimiliki oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) masih banyak. Meski hanya saja, di dalam perjanjian IUPK cadangan terverfikasi hanya bisa memenuhi operasional perusahaan hingga 2051 nanti.

Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan Freeport masih memiliki banyak cadangan. Cadangan yang disebut sampai 2051 merupakan cadangan yang sudah terbukti dan siap ditambang. Namun, di titik lain juga masih banyak cadangan yang belum tereksplorasi.

Baca Juga

"Itu cadangan yang sudah diidentifikasi sesuai dengan aturan pencatatan di bursa Amerika, bukan berarti di bumi Papua atau Grassberg habis," ujar Budi, Kamis (28/2) malam.

Ia menjelaskan salah satu kerja holding pertambangan saat ini adalah giat melakukan eksplorasi. Budi menjelaskan hal ini dilakukan juga untuk menjamin ketersediaan cadangan terbukti untuk siap di tambang.

"Kita lakukan eksplorasi lagi, besar keyakinan kita kalau masih ada potensi cukup banyak," ujar Budi.

Ia juga menjelaskan bisnis tambang erat kaitannya dengan eksplorasi. Tidak bisa suatu perusahaan tambang tidak melakukan eksplorasi jika ingin bertahan menjalankan bisnisnya.

"Dengan adanya eksplorasi yang dilakukan terus menerus, potensi sumber daya yang ada. Resources, itu bisa diubah menjadi cadangan atau reserves," ujar Budi.

PT Freeport Indonesia (PTFI) mengatakan masih banyak potensi sumber daya tembaga dan emas yang belum tereksplorasi secara optimal di Indonesia. Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas mengatakan apabila cadangan tersebut bisa dieksplorasi kemudian diolah maka bisa menjadi potensi bisnis hingga 2071.

Angka tersebut baru cadangan yang saat ini ada di Blok A dan Blok B yang ada di sekitar wilayah tambang Grasberg. Padahal, potensi cadangan masih banyak terdapat di beberapa titik di papua. Potensi ini, kata Tony, bisa dikelola secara jangka panjang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA