Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

BPS: Optimisme Pelaku Bisnis Turun

Rabu 06 Feb 2019 22:05 WIB

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Nur Aini

Investasi di Indonesia (Ilustrasi)

Investasi di Indonesia (Ilustrasi)

Foto: Wihdan Hidayat/Republika
Optimisme pelaku bisnis rendah karena ketidakpastian global.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, optimisme pelaku bisnis pada kuartal IV 2018 turun dibandingkan kuartal sebelumnya. BPS mencatat, Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada kuartal IV 2018 adalah sebesar 104,71 atau turun dari kuartal sebelumnya yang sebesar 108,05.

“ITB triwulan IV 2018 sebesar 104,71 menunjukkan kondisi bisnis terus meningkat, namun optimisme pelaku bisnis lebih rendah dibanding triwulan III,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/2).

Suhariyanto menjelaskan, hal itu terjadi seiring dengan ketidakpastian global yang juga telah diprediksi berbagai lembaga internasional. Suhariyanto memerinci, ITB kuartal IV 2018 dipengaruhi komponen pendapatan usaha dengan indeks sebesar 106,25 turun dari kuartal sebelumnya yang mencapai 111,36.

Kemudian, komponen penggunaan kapasitas usaha turun menjadi 105,49 dari sebelumnya 110,8 dan rata-rata jumlah jam kerja naik tipis menjadi 102,4 dari angka sebelumnya 102. Optimisme tertinggi terjadi pada lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib yang tercatat sebesar 122,58. Sementara, untuk transportasi dan pergudangan serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial masing-masing 118,9 dan 118,79.

Optimisme kondisi bisnis terendah terjadi pada lapangan usaha pertanian, perhutanan, dan perikanan dengan nilai 95,34, pertambangan dan penggalian 97,16, dan industri pengolahan 98,06. Perkiraan ITB kuartal I 2019 pun masih lebih rendah jika dibandingkan kuartal IV 2018 atau sebesar 103,54.

Sementara, Indeks Tendensi Konsumen (ITK) kuartal IV 2018 sebesar 110,54. Ini menunjukkan konsumen merasakan peningkatan kondisi ekonomi pada periode tersebut. Komponen pembentuk ITK adalah pendapatan dengan indeks 109,98 atau meningkat dibanding indeks kuartal III 2018 yang sebesar 100,34. Kemudian, pengaruh inflasi terhadap konsumsi sebesari 109,3 meningkat dibandingkan indeks kuartal sebelumnya yang sebesar 102,47. Selain itu, volume konsumsi juga meningkat menjadi 113,44 dari sebelumnya 101,79.

Indeks Tendensi Konsumen pada kuartal I 2019 mendatang diperkirakan sebesar 104,03. Angka tersebut pun turun dibandingkan dengan kuartal IV 2018.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA