Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Dituding Ambil Konsumen, Shopee: Persaingan Terbuka

Jumat 18 Jan 2019 06:05 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Friska Yolanda

Pekerja melakukan aktifitas dikantor pusat Shopee Indonesia di Jakarta, Senin (14/1).

Pekerja melakukan aktifitas dikantor pusat Shopee Indonesia di Jakarta, Senin (14/1).

Foto: Tahta Aidilla/Republika
Konvergensi online dan offline sebenarnya adalah fenomena yang dapat dimengerti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semakin banyaknya operator ritel yang menutup gerainya disebabkan berbagai hal. Menjamurnya penjualan online maupun marketplace menjadi salah satu penyebabnya

"Di era sekarang saya rasa persaingan lebih terbuka dan adil," ujar Direktur Shopee Indonesia Christin Djuarto kepada Republika.co.id, Kamis (17/1).
Ia mengatakan, konvergensi online dan offline sebenarnya adalah fenomena yang dapat dimengerti. Alasannya, karena saat ini perkembangan teknologi semakin pesat.

Untuk di dunia ritel sendiri trennya adalah mengoptimalkan semua medium yang ada. Dengan begitu, kesempatan untuk menjangkau pasar serta melakukan transaksi menjadi lebih luas.

"Jadi tantangannya sekarang bagaimana kita sebagai pelaku industri bisa memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal," ujarnya. Belum lama ini Hero Supermarket, Central Neo Soho dan Metro memilih menutup gerainya.

Sebelumnya Ekonom Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali mengatakan jika teknologi adalah faktor makro yang menyebabkan fenomena tutupnya ritel terjadi. Sebagai perusahaan, manajemen dituntut untuk mampu up to date terhadap perkembangan yang terjadi.

"Setiap pengusaha harus membuat dirinya selalu relevan dengan jamannya," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA