Sabtu, 20 Ramadhan 1440 / 25 Mei 2019

Sabtu, 20 Ramadhan 1440 / 25 Mei 2019

Pertamina Diminta Tambah Cadangan Operasional BBM Babel

Jumat 30 Nov 2018 18:04 WIB

Red: Gita Amanda

Salah satu SPBU Pertamina (ilustrasi).

Salah satu SPBU Pertamina (ilustrasi).

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Idealnya Pertamina menambah cadangan operasional BBM untuk kebutuhan 14 hari

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG -- Badan Pengatur Hilir Minyak Bumi dan Gas (BPH Migas) meminta Pertamina untuk menambah cadangan operasional Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ini dilakukan guna mencegah kelangkaan BBM di daerah itu.

"Idealnya Pertamina menambah cadangan operasional BBM untuk kebutuhan 14 hari," kata Komite BPH Migas  Ibnu Fajar di Pangkalpinang, Jumat (30/11).

Ia menegaskan tidak ada kelangkaan BBM, karena mekanisme dan infrastruktur di Indonesia sudah cukup. Namun BPH Migas melihat di Babel perlu ditingkatkan kapasitas penyimpanan BBM untuk mencegah kelangkaan bahan bakar minyak tersebut.

"Kebutuhan BBM di daerah ini sekitar 20 ribu kiloliter (KL) per hari, sementara kapasitas penyimpanan yang dimiliki Pertamina di daerah ini hanya 40 ribu KL atau hanya cukup untuk dua hari," katanya.

Oleh karena itu, cadangan operasional BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat harus ditambah. Namun demikian mengingat kapasitas penyimpanan bahan bakar minyak di daerah ini tidak memungkinkan, maka diharapkan Pertamina menambah kapasitas penyimpanannya.

"Pertamina harus menambah kapasitas penyimpanan, agar cadangan BBM lebih lama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi," katanya.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Babel, Yan Megawandi mengusulkan sembilan titik penyalur BBM, guna ketersediaan BBM di masyarakat cukup. Sembilan titik yang diusulkan Pemprov babel yakni di Pulau Nangka, Desa Tanjung Pura, Tanjung Berikat, kecamatan Tempilang Bangka barat, Pulah Lepar, Pulau Pongok Bangka selatan, Pulau Selat Nasik, Pulau Baku Limau dan simpang Renggiang Belitung.

"Kami berharap usulan ini dapat difasilitasi oleh BPH Migas, agar masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan BBM untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya," ujarnya. 

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA