Minggu, 13 Syawwal 1440 / 16 Juni 2019

Minggu, 13 Syawwal 1440 / 16 Juni 2019

PLN NTB Tanam Dua Ribu Pohon

Rabu 28 Nov 2018 20:33 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Budi Raharjo

Penghijauan. (ilustrasi)

Penghijauan. (ilustrasi)

Foto: Antara/Jafkhairi
Pohon yang telah ditanam akan dilakukan pemeliharaan selama tiga bulan

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT -- PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menanam 2 ribu pohon senilai Rp 145 juta dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2018 pada Rabu (28/11). Kegiatan penanaman secara simbolis bertempat di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Acara ini dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Madani Mukarom, Kepala Bidang Penegakan Hukum Dinas Lingkungan Hidup Lombok Barat Marhaen. Hadir pula Camat Gerung Mulyadi, Kapolsek Gerung Didik Hariyanto, dan komunitas pecinta alam dari Universitas Mataram.

General Manager PLN UIW NTB Rudi Purnomolola mengatakan, program penghijauan bukan sekadar menanam pohon. Dia menyebutkan, pohon yang telah ditanam akan dilakukan pemeliharaan selama tiga bulan hingga akhir Februari 2019. Rudi menjelaskan, tiga jenis tanaman yang diprioritaskan, yakni tanaman produktif yang dapat melestarikan alam, melestarikan tanaman khas lokal, dan dapat mengurangi pencemaran.

"Kegiatan ini merupakan investasi, manfaatnya tidak bisa langsung kita rasakan tapi akan sangat penting bagi masa yang akan datang yakni generasi penerus, anak, dan cucu kita bersama," ujar Rudi.

Ia melanjutkan, lokasi penanaman pertama dilakukan di sekitar PLTU Jeranjang, Desa Taman Ayu, Gerung, Lombok Barat yang ditanami beberapa jenis pohon seperti 285 cemara laut, 285 bakau, 285 buah nangka, 60 ketapang kencana, dan 285 mahoni.

"Tanaman tersebut merupakan tanaman yang dapat membantu menjaga pantai dari abrasi serta membantu mengurangi polusi udara," kata Rudi.

Sementara untuk lokasi berikutnya, lanjut dia, berada di sekitar PLTMH Santong, Desa Santong, Kayangan, Lombok Utara  yang ditanami 190 beringin, 40 pinus, 190 nangka, 40 ketapang kencana, 150 Cemara Nifolk, dan 190 mahoni. "Jenis tanaman yang dipilih lebih untuk menjaga Daerah Aliran Sungai dan mengurangi potensi longsor," ucap Rudi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Madani Mukarom berharap penanaman pohon ini dapat meningkatkan kepedulian lingkungan dengan menanam pohon di sekitar tempat tinggal. "Semoga dengan niat untuk melakukan penanaman pohon ini sekaligus menjadi amal jariyah sehingga kepedulian terhadap lingkungan dapat ditingkatkan dan diteruskan," ujar Madani.

Penanaman pohon secara serentak dilakukan 22 unit kerja PLN se-Indonesia dengan menanam 22 ribu pohon. "Hari ini PLN kembali melakukan aksi tanam pohon sebagai upaya kami dalam menjalankan bisnis ketenagalistrikan yang berwawasan lingkungan. Ini merupakan misi kami," ujar Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali saat memberikan sambutan kegiatan Penanaman Pohon di Kupang, NTT, Rabu (28/11).

HMPI yang ditetapkan dalam Keppres RI No. 24 Tahun 2008 merupakan langkah untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menanam pohon. HMPI juga dilakukan sebagai wujud kepedulian dalam memulihkan kerusakan hutan dan lahan.

Ali menjelaskan, penanaman pohon oleh PLN merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Peduli. Bentuk kepedulian PLN terhadap lingkungan ini bertujuan mencegah efek rumah kaca dan mengurangi pemanasan global. Efek gas rumah kaca adalah penumpukan gas Karbon dioksida (CO2) pada atmosfer yang menyebabkan berlubangnya atmosfer.

Berdasarkan penelitian, setiap 1 hektar hutan tropis dapat mengubah 3,7 ton CO2 menjadi 2 ton Oksigen (O2). Dia menjelaskan, bertambahnya pohon akan menambah jumlah oksigen yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Sedangkan, menanam pohon juga dapat mengurangi abrasi pantai.

"Program penanaman pohon ini juga bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan karena kegiatan ini melibatkan masyarakat dan stakeholder PLN," lanjut Ali.

Ali menyebutkan, masing-masing PLN Unit Induk ditargetkan menanam pohon sebanyak 1.000 pohon pada program penghijauan 2018. "Total dana yang digelontorkan PLN Peduli untuk penanaman 22 ribu pohon sebesar Rp 3,19 miliar. Dana tersebut selain untuk penanaman pohon dipergunakan pula untuk pemeliharaan pohon agar tetap tumbuh dengan baik," kata Ali menambahkan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA