Minggu, 21 Ramadhan 1440 / 26 Mei 2019

Minggu, 21 Ramadhan 1440 / 26 Mei 2019

Kemenpar Berikan Insentif Promosi Bagi Maskapai

Jumat 05 Okt 2018 16:08 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Dwi Murdaningsih

Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Foto: Republika/Edi Yusuf
Insentif promosi sudah dibuat Kemenpar sejak 2017.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memberikan insentif promosi bagi maskapai penerbangan. Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Infrastruktur Judi Rifajantoro mengatakan insentif tersebut merupakan tiga skema bantuan promosi untuk menambah wisatawan mancanegara.

"Jadi itu (insentif promosi) akan kita berikan kepada maskapai karena maskapai kan punya peranan untuk mengangkut wisatawan maka yang kita dukung itu hanya untuk rute internasional yang mendatangkan wisman," kata Judi usai menghadiri pembukaan Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) fase II 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (5/10).

Skema pertama, kata dia, untuk rute-rute internasional yang sudah dimiliki maskapai maka Kemenpar akan memberikan promosi. Hanya saja, Judi memastikan syaratnya tingkat keterisian penumpang maskapai harus tumbuh.

Selanjutnya yaitu insentif promosi akan diberikan bagi maskapai yang membuka rute internasional baru. "Misalnya kalau Garuda Indonesia mau mau terbang ke rute baru yang sesuai dengan rencananya Kemenpar, akan kita dukung dan bantu promosinya," kata Judi.

 

photo

Sejumlah peserta panjat pinang berebut untuk meraih hadiah dalam rangkaian Wakatobi Wonderful festival (Wave) 2017 di sekitar dermaga Marina Wangiwangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Senin (13/11).

Judi menambahkan, Kemenpar saat ini memiliki pasar utama yang ditergetkan bisa menjadi medatangkan wisman ke Indonesia. Ketiga pasar utama Kemenpar yaitu Cina, India, dan Eropa sehingga jika maskapai ada yang membuka rute baru ke tiga negara tersebut maka akan mendapatkan insentif promosi.

Skema ketiga yaitu dukungan dalam bentuk cash incentive yang menurut Judi sudah disetujui Kementerian Keuangan. "Ini syaratnya ayo datangkan grup tur atau penerbangan sewaan ke Indonesia. Harus ke 10 destinasi 10 Bali Baru jadi wismannya bisa bertambah," ujar Judi.

Judi mengatakan insentif promosi sudah dibuat Kemenpar sejak 2017. Dia mengatakan tahun lalu insentif tersebut hanya diimplementasikan selama tiga bulan dan pada 2018 selama enam bulan namun menurut Judi sudah memberikan dampak positif.

 

Sebab, kata dia, Kemenpar memiliki target setiap tahunya wisman bisa tumbuh 20 persen dan bukan hal yang mudah. "Itu tinggi sekali jadi kita harus mendorong maskapai supaya pertumbuhan wisman juga dibantu jadi maskapai harus tumbuh juga," kata Judi.

 

Untuk itu, Judi mengharapkan insentif promosi bagi maskapai dapat diimplementasikan efektif selama 12 bulan. Judi menuturkan insentif promosi menjadi salah satu cara untuk meningkatkan jumlah wisman dan bekerja sama dengan maskapai serta agensi liburan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA