Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Datang ke Bursa, BEI Minta Shopee IPO

Rabu 05 Sep 2018 08:02 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolanda

Shopee

Shopee

Foto: Dok: Shopee
Shopee ingin mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Shopee Internasional Indonesia bertandang ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/9). Perusahaan e-commerce itu mengunjungi bursa untuk membuka perdagangan sekaligus mempromosikan program 9.9 Super Shopping Day. 

Direktur Perdagangan dan Pengaturan BEI Laksono Widodo, ini pertama kalinya bursa kedatangan tamu dari e-commerce yang bersifat marketplace. Ia berharap, ke depannya Shopee Indonesia bisa kembali ke BEI untuk melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). 

"Shopee Indonesia berada di bawah naungan Sea Limited yang berbasis di Singapura. Perusahaan itu sudah mencatatkan diri di New York Stock Exchange. Maka harapan kami ke depan Shopee Indonesia bisa mencatatkan diri di BEI sebagai perusahaan terbuka," ujar Laksono di Gedung BEI, Selasa, (4/9).

Menurutnya, di Tanah Air, Shopee memiliki pasar besar. Sudah selayaknya masyarakat tidak hanya menjadi konsumen tapi juga menjadi pemilik Shopee. 

Baca juga, UMKM Dominasi Platform Shopee

"Dengan menjadi perusahaan terbuka di BEI, Indonesia merasa memiliki saham di perusahaan. Semoga kerja sama BEI dengan Shopee Indonesia dapat berlanjut ke depannya," tutur Laksono. 

Komisaris Utama Shopee Indonesia Pandu Sjahrir menjelaskan, perusahaannya berkomitmen mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. Salah satunya melalui program Shopee University yang tersebar di 34 kota. 

"Pada 2017 kami melakukan roadshow ke 13 kota di Indonesia. Kami menjangkau 30 perusahaan UMKM," katanya pada kesempatan serupa. 

Memiliki kurikulum sale komprehensif, kata dia, Shopee tahun ini berencana roadshow ke 30 kota di Indonesia dari Aceh sampai Papua. "Kami sudah koordinasi dengan Kemenkominfo, Kemenperin, Kemenpar, Kemenlu, juga Bekraf," ujar Pandu.

Adapun program Kreasi Nusantara yang merupakan kanal khusus Shopee untuk produk UMKM sudah diluncurkan sejak 27 Februari tahun ini. "Kami punya harapan ke depan, agar Shopee bisa berkembang di Indonesia demi memajukan talenta di Indonesia," tuturnya.

Sebagai informasi, sejak berdiri pada 2015 hingga sekarang, platform Shopee telah diunduh sebanyak 61 juta kali. Dua juta di antaranya merupakan penjual dari seluruh Indonesia. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA