Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Cara CEO Bukalapak Lahirkan Inovasi

Jumat 03 Agu 2018 05:40 WIB

Rep: dwina agustin/ Red: Muhammad Hafil

Achmad Zaky, Founder dan CEO Bukalapak (Tengah) berfoto bersama dengan  Bayu Syerli (VP of Marketing Bukalapak) dan Ari K. Wibowo (Associate Vice President of Brand Bukalapak) dalam acara konferensi pers Badai Uang Ratusan Miliar.

Achmad Zaky, Founder dan CEO Bukalapak (Tengah) berfoto bersama dengan Bayu Syerli (VP of Marketing Bukalapak) dan Ari K. Wibowo (Associate Vice President of Brand Bukalapak) dalam acara konferensi pers Badai Uang Ratusan Miliar.

Foto: Bukalapak
Bahan bakarnya adalah tidak pernah merasa nyaman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkembangan industri saat ini lebih menekankan pada perkembangan inovasi. Sedangkan inovasi yang ada tidak selalu mudah dilahirkan untuk memberikan pembaruan.

Founder dan CEO Bukalapak Ahmad Zaky mengatakan, ada tiga poin yang menjadi bahan bakar untuk membuat inovasi. Hal pertama yang perlu ditumbuhkan merupakan keberanian.

"Keberanian melakukannya. Jangan cuma berhenti di ruang meeting saja. Terus eksekusi ini akan tahu benar dan salah," ujar Zaky belum lama ini.

Keberanian ini yang membuat inovasi bisa bergerak. Zaky mencontohkan dengan kebiasaannya dengan langsung mengatakan iya untuk ide yang disampaikan bawahannya. Dengan cara itu karyawannya berani untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Setelah ide tersebut diaplikasikan baru proses benar salah akan terlihat. Bukan saat masih berupa ide sudah dipatahkan dan inovasi justru terhambat bahkan tidak akan tercipta.

Kemudian, bahan bakar selanjutnya adalah tidak pernah merasa nyaman. Justru setiap pencipta harus menciptakan rasa tidak nyaman dalam hidup agar dapat menghasilkan inovasi-inovasi baru.

"Ini kunci kemajuan, kalau orang sudah nyaman ini ngga bakal maju," kata Zaky.

Ketika seseorang sudah merasa nyaman dalam suatu keadaan, menurut Zaky, maka ide-ide baru akan tertahan. Justru disarankan, ketika rasa nyaman sudah hadir maka ciptakan ketidaknyamanan.

Zaky mencontohkan dengan perusahan teknologi Nokia dan Blackberry yang dulu sangat berjaya di pasar ponsel. Namun, saat ini kedua perusahan itu telah tergerus dengan perusahan lain yang tidak pernah nyaman dengan inovasi yang telah dibuatnya.

Bahan bakar inovasi yang terakhir merupakan membuat bisnis model yang berbeda. Zaky menegaskan, kalau bisa inovasi untuk model tersebut tidak bisa ditiru oleh orang lain.

"Kalau tiga kunci ini dipegang maka sukses bisa didapatkan," ujar Zaky.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA