Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Bulog NTB Segera Produksi Beras Kemasan

Senin 02 Jul 2018 08:55 WIB

Red: Friska Yolanda

Beras

Beras

Foto: Prayogi/Republika
Bulog akan memproduksi 20-30 ton beras saset untuk dijual ke pasar lokal.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Perum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Nusa Tenggara Barat akan memproduksi beras premium dengan kemasan kecil (saset) isi 200 gram. Produksi ini sebagai terobosan pengembangan bisnis perusahaan. 

Kepala Divisi Regional Bulog NTB Ramlan UE di Mataram mengatakan, NTB merupakan salah satu dari lima divre yang ditugaskan memproduksi beras kemasan. Empat daerah lainnya adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Menurutnya, NTB masuk dalam lima provinsi sentra penyerapan beras petani terbanyak dengan kualitas yang relatif bagus. "Bahkan, tahun ini diperkirakan bisa melebihi 150 ribu ton," katanya, Senin (2/7).

Beras kemasan ini akan dijual dengan merek 'Beraskita'. Ia mengatakan, upaya memproduksi Beraskita tersebut adalah untuk memberikan pilihan bagi konsumen dari sisi harga dan volume beras yang ingin dimasak.

Produksi akan dilakukan dalam waktu dekat dan tinggal menunggu kedatangan mesin berkapasitas delapan ton per hari yang sudah dipesan. Pada tahap awal, kata Ramlan, pemasaran produk tersebut akan dilakukan di NTB. Namun, tidak menutup kemungkinan akan dikirim ke berbagai daerah jika memang ada penugasan dari direksi.

"Untuk tahap awal, kami akan memproduksi 20-30 ton dan akan dijual untuk pasar lokal, belum ke pasar di luar NTB," ujarnya.

Meskipun belum produksi, Bulog Divre NTB sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang rencana menjual beras kualitas premium kemasan 200 gram. Sosialisasi dilakukan melalui media elektronik dan cetak.

Bulog juga akan menjalin kerja sama dengan instansi terkait untuk lebih memperluas jangkauan pemasaran hingga ke seluruh kabupaten/kota di NTB. Penjualan juga akan dilakukan di berbagai gerai, mulai dari pasar modern hingga warung berskala kecil di tingkat perkampungan.

"Kamis juga akan memanfaatkan Rumah Pangan Kita (RPK) untuk memasarkan beras saset tersebut. Jumlah RPK relatif banyak dan tersebar hampir di 10 kabupaten/kota," ucapnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA