Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Holding Harus Jamin Penurunan Harga Gas

Rabu 24 Jan 2018 21:06 WIB

Rep: Intan Pratiwi / Red: Satria K Yudha

Petugas dari PGN menjelaskan cara kerja gas meter jaringan rumah tangga kepada Ketua RT di Rusun Penjaringan Sari 3, Surabaya, Senin (16/1)

Petugas dari PGN menjelaskan cara kerja gas meter jaringan rumah tangga kepada Ketua RT di Rusun Penjaringan Sari 3, Surabaya, Senin (16/1)

Foto: Binti Solikah/Republika
Proses holding diminta melibatkan DPR dan Kementerian ESDM

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Azam Asman Natawijana berharap pemerintah bisa menjamin bahwa pembentukan holding migas bisa menurunkan harga gas baik bagi industri maupun masyarakat. Sebab, tujuan dari pembentukan holding adalah untuk efisiensi dan efektifitas.

Azam mengatakan, jika tujuan pembentukan holding benar-benar untuk menciptakan efisiensi, maka semestinya penurunan harga gas bisa direalisasikan. "Apa manfaat langsung holding bagi masyarakat? Tidak ada jaminan harga gas bisa turun, siapa berani jamin?" ujar Azam, Rabu (24/1).

Meski begitu, Azam mengatakan pembentukan holdingselama ini tidak melibatkan Kementerian ESDM dan DPR. Padahal, untuk penentuan harga dan komponen biaya produksi serta margin, lebih banyak diatur di Kementerian ESDM.

"Regulasi berada di sebelah (Kementerian ESDM). Harusnya holding melibatkan ESDM dan DPR," ujar Azam.

Azam agak ragu pembentukan holding bisa membuat harga gas lebih murah kepada masyarakat. Sebab secara regulasi, pengaturan tarif berada di tangan Kementerian ESDM.  Dengan begitu, hendaknya penataan BUMN migas juga melibatkan Kementerian ESDM agar dapat dikomunikasikan dengan Komisi VII DPR yang sedang menata kelembagaan migas melalu RUU Migas.

Selain itu, dia tidak yakin holding ini bisa dikonsolidasikan secara mudah.  Selain rumitnya urusan keuangan, masing masing perusahaan memiliki sejarah yang berbeda dan budaya yang berbeda. "Budaya organisasi dan sejarahnya beda-beda, bukan tidak mungkin ini terjadi benturan emosional dan menjadi kendala bisnis," kata dia. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA