Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Sinergi, Holding Perkebunan Tingkatkan Komoditas Strategis

Jumat 22 Feb 2019 18:44 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Friska Yolanda

Pekerja memetik pucuk daun teh di area perkebunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VI, Kayu Aro, Kerinci, Jambi, Senin (14/1/2019).

Pekerja memetik pucuk daun teh di area perkebunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VI, Kayu Aro, Kerinci, Jambi, Senin (14/1/2019).

Foto: Antara/Wahdi Septiawan
Holding perkebunan menargetkan kontribusi terhadap PDB sebesar Rp 80 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Holding Perkebunan Nusantara berkomitmen berperan aktif dalam mendorong ketahanan energi melalui program green diesel B20-B100. Caranya, adalah dengan memaksimalkan sinergi dengan BUMN bidang energi.

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN Holding) Dolly P Pulungan mengatakan, pihaknya saat ini fokus pada pengembangan komoditas perkebunan strategis nasional yaitu kelapa sawit, karet, gula, teh, kopi dan kakao. Terutama mengembangkan industri hilir  berbasis komoditas utama.

Pengembangan ini juga untuk menjawab kebutuhan nasional terutama biofuel/ green diesel melalui kerja sama Pertamina dengan menyediakan bahan baku CPO 1,2 juta ton sedangkan sisanya 1,1 juta ton akan diekspor untuk menambah devisa negara.

Ia mengatakan, saat ini perseroan sedang menjalankan proses transformasi untuk menjadi perusahaan perkebunan nasional yang berkontribusi bagi negara. Sesuai rencana jangka panjang pada 2022 ditargetkan memberikan kontribusi PDB sebesar Rp 80 triliun.

"Kami yakin akan menghasilkan kinerja keuangan yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan karyawan dan perekonomian masyarakat disekitar perkebunan," katanya dalam acara Lokakarya Nasional Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (FSPBUN) melalui siaran pers.

Menteri BUMN Rini Soemarno yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, sangat mendukung program digitalisasi 4.0 untuk operasional perkebunan nusantara. "Kita sebagai pemilik perkebunan Indonesia harus memaksimalkan digitalisai 4.0, khususnya kalangan milenial untuk terus meningkatkan performa perkebunan indonesia," ujar dia.

Melalui kegiatan Lokakarya Nasional Federasi Serikat Pekerha Perkebunan Nusantara (FSPBUN) seluruh stakeholder Holding Perkebunan diharapkan memperoleh masukan dari para narasumber yang berkompeten bagi kemajuan dan peningkatan kinerja PT Perkebunan Nusantara serta anak usaha.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA