Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Indramayu Gandeng Pertamina Terapkan Kurikulum Mangrove

Jumat 15 Feb 2019 19:44 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Gita Amanda

Pengunjung menikmati suasana hutan mangrove di ekowisata mangrove Karangsong, Indramayu, Jawa Barat.

Pengunjung menikmati suasana hutan mangrove di ekowisata mangrove Karangsong, Indramayu, Jawa Barat.

Foto: Antara
Pemkab Indramayu dan Pertamina meraih piagam dari Museum Rekor Dunia Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu bersama dengan PT Pertamina RU VI Balongan menerima piagam dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan diberikan karena Pemerintah Daerah (Pemda) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu telah memasukan kurikulum Pendidikan Lingkungan Hidup Berbasis Mangrove di sekolah formal.

Langkah Pemkab Indramayu, dengan dukungan Pertamina RU VI, yang memasukkan mangrove dalam kurikulum di sekolah dasar, merupakan yang  pertama di Indonesia. Dengan kata lain, pelajar di Indramayu sejak usia dini dibekali pendidikan berwawasan lingkungan.

Atas pencapaiannya itu, Pemkab Indramayu bersama PT Pertamina RU VI Balongan menerima penghargaan dari MURI sebagai kabupaten yang berorientasi pada lingkungan hidup.

Baca Juga

Penyerahan piagam MURI itu dilakukan oleh Manajer Senior MURI, Jusup Ngadri, Jumat (15/2). Hal tersebut dilakukan di sela kegiatan Coastal Clean Up (pembersihan pantai) di Pantai Pelabuhan Cirebon, yang merupakan rangkaian Hari Anti Sampah International.

Dalam kesempatan itu, Bupati Indramayu, Supendi menjelaskan, sekolah mangrove adalah sekolah formal tingkat dasar yang berwawasan lingkungan dengan menerapkan mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) Tematik Mangrove sebagai muatan lokal. Sekolah mangrove itu pertama digagas dengan menempelkan subsistem muatan lokal pada sistem baku pada Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu.

Supendi menjelaskan, program yang digagas oleh Pertamina RU VI Balongan itu dimulai sejak 2016, dengan rintisan di sejumlah sekolah pelaksana tematik mangrove. Yakni di SDN 1 Karangsong, SDN 1 Pabean Udik, dan SDN Unggulan.

Selanjutnya pada 2017, dilakukan replikasi pelaksana tematik mangrove dengan jumlah sekolah terus bertambah. Yakni, di SDN 2 Karangsong, SDN 3 Karangsong, SDN 2 Pabean Udik, SDN 3 Pabean Udik, SDN 4 Paoman, SDN 1 Pasekan, SDN 3 Pabean Ilir, dan SDN 2 Cangkring.

Pada 2018, jumlah sekolah yang menerapkan kurikulum itu semakin bertambah. Yakni, SDN 1 Singaraja, SDN 2 Singaraja, SDN 1 Balongan, SDN 2 Balongan, SDN 3 Balongan, SDN 4 Balongan, SDN 1 Majakerta, SDN 2 Majakerta, SDN 2 Pabean Ilir, SDN 1 Cangkring, SDN 3 Lamarantarung, SDN 1 Dadap, SDN 6 Dadap, SDN 3 Benda, dan SDN 2 Pringgacala.

"Pada tahun ini, bersama dengan RU VI Balongan, kita terus lakukan replikasi sekolah mangrove di 11 kecamatan di wilayah pesisir Kabupaten Indramayu. Bahkan jika memungkinkan, semua SD kita terapkan,  agar edukasi terhadap lingkungan sudah tertanam sejak dini,’’ tukas Supendi.

Sementara itu, General Manager RU VI Balongan, Burhanudin mengatakan, RU VI Balongan terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang nyata terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Salah satu program yang telah diinisiasi oleh CSR RU VI Balongan adalah pengembangan sekolah mangrove.

"Pertamina RU VI Balongan berkomitmen untuk memberian kontribusi yang nyata terhadap pengelolaan lingkungan hidup,’’ tandas Burhanudin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA