Jumat, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 Februari 2019

Jumat, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 Februari 2019

BI Lhokseumawe Bina Pengembangan Ekonomi Pesantren

Selasa 12 Feb 2019 10:20 WIB

Red: Friska Yolanda

Budi daya cabai (ilustrasi)

Budi daya cabai (ilustrasi)

Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah
Pembinaan ini untuk mendorong kemandirian pesantren agar membiayai kegiatannya.

REPUBLIKA.CO.ID, LHOKSEUMAWE -- Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe, Provinsi Aceh, membina ekonomi pesantren melalui pengembangan produk pertanian. Hal ini bertujuan agar pesantren mandiri dalam ekonomi.

Pembinaan ekonomi ini seperti yang dilakukan di Pesantren Dayah Darul Ulum Al-Munawwarah, Lhokseumawe. Pesantren tersebut mengembangkan jenis tanaman cabe merah, sebagai salah satu usaha kemandirian ekonomi pesantren tersebut.

"Tujuan pembinaan pengembangan usaha ekonomi tersebut, agar pesantren mandiri dalam ekonomi sehingga lebih mandiri untuk membiayai kegiatan belajar mengajarnya sendiri," ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yufrizal, Selasa (12/2).

Ia menjelaskan, sebagai upaya pendukung kemandirian ekonomi di bidang pertanian komoditas cabai merah tersebut, pihaknya menyerahkan bibit, pupuk dan juga obat-obatan tanaman cabai serta bantuan teknis (bantek) kepada pesantren. Bibit ini diharapkan dikembangkan oleh santri sebagai media belajar bertani dan mendidik.

Baca juga, Tiga Program Ini Jadikan Pesantren Sebagai Basis Ekonomi RI

"Selain itu, tujuan pembinaan kemandirian ekonomi pesantren adalah supaya pesantren dapat lebih maju dan mampu membiayai operasional pesantren dan juga operasional lainnya," ujar Yufrizal.

Berdasarkan pantauan perubahan harga untuk Provinsi Aceh dan wilayah kerja BI Lhokseumawe khususnya, komoditas cabe merah memiliki konstribusi terhadap inflasi adalah pada jenis volatile foods atau bahan makanan. "Oleh karena itu, kami menilai pesantren ini memiliki peluang untuk mengembangkan komoditas cabe dalam upaya menekan angka inflasi dari kelompok pengeluaran bahan makanan," katanya.

Seperti disebutkan oleh Yufrizal, selain membina usaha budidaya cabai merah di Dayah Darul Ulum Al-Munawwarah Lhokseumawe, KPw BI Lhokseumawe juga melakukan hal yang sama pada pesantren Mudi Mesra, Kabupaten Bireun dan juga di pesantren Darul Ma'arif, Cot Trueng, Aceh Utara. Tak hanya cabai merah, para santri juga diajarkan budidaya udang Vaname.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES