Tuesday, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 February 2019

Tuesday, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 February 2019

Mobil Perdesaan Diproduksi Massal Tahun Ini

Senin 21 Jan 2019 19:54 WIB

Red: Nidia Zuraya

Menperin Airlangga Hartarto (kedua kiri) bersama Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) I Made Dana Tangkas (kiri) melihat hasil purwarupa mobil pedesaan Mahesa di Mlese, Ceper, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (3/11).

Menperin Airlangga Hartarto (kedua kiri) bersama Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) I Made Dana Tangkas (kiri) melihat hasil purwarupa mobil pedesaan Mahesa di Mlese, Ceper, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (3/11).

Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Pemerintah siap memproduksi sebanyak 3.000 unit mobil pedesaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa mobil pedesaan atau disebut Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (Ammdes) mulai diproduksi secara massal pada 2019. Menperin mengungkapkan serangkaian uji coba telah dilakukan dalam upaya pengembangan produksi Ammdes.

"Saat ini, Ammdes siap diproduksi sebanyak 3.000 unit, dan kami akan tingkatkan menjadi 9.000-15.000 unit per tahun. Produksi secara massal akan dimulai pada 2019," kata Menperin lewat keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (21/1).

Menurut Airlangga, ketersediaan suku cadang mobil pedesaan ini cukup banyak di pasaran. Di samping itu, distributornya juga telah tersedia. Terkait harga, Airlangga memproyeksi Ammdes akan dibanderol sekitar Rp 65 juta-Rp 70 juta di luar aksesorisnya.

"Jadi, aksesorisnya tergantung kebutuhan mereka. Misalnya, mau pakai pompa, berarti tambah Rp 3 juta atau menggunakan rice milling tambah Rp 7 juta," tuturnya.

Mobil pedesaan multiguna ini akan didorong menggunakan bahan bakar jenis euro2 atau Biodiesel 20. Menperin menambahkan PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (PT KMWI) selaku produsen Ammdes, telah membangun komitmen kerja sama dengan lebih dari 70 industri komponen dalam negeri untuk menjadi pemasok komponen mobil ¿Pak Tani¿ tersebut.

"Para pemasok komponen itu sebagian besar adalah industri kecil dan menengah (IKM). Saat ini, IKM yang terlibat telah mampu memproduksi 184 jenis komponen atau setara 70 persen dari nilai harga Ammdes," terangnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES