Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Peduli Korban Banjir, PLN Cepat Tanggap Salurkan Bantuan

Kamis 17 Jan 2019 18:33 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Gita Amanda

Banjir longsor di Purworejo, Jawa Tengah

Banjir longsor di Purworejo, Jawa Tengah

Foto: Setkab.go.id
Bantuan diberikan kepada 270 KK dengan total 600 jiwa.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Peduli salurkan bantuan bagi para korban banjir di wilayah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Bantuan berupa bahan kebutuhan pokok ini disalurkan PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY kepada BPBD Kabupaten Purworejo, Kamis (17/1).

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY, Agung Nugraha mengatakan, bantuan ini rencananya akan langsung disalurkan kepada 270 Kepala Keluarga (KK) dengan total 600 jiwa yang terdampak banjir, di Desa Wironatan, Kecamatan Butuh.

“Bantuan ini kami salurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, yang sebagian sudah mulai masuk ke sejumlah titik pengungsian,” ungkapnya, saat penyerahan secara simbolis bantuan yang diterimakan kepada Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Purworejo, Bambang Agus Purwanto.        

Secara umum, jelas Agung, bantuan ini terdiri dari berbagai kebutuhan pokok seperti selimut, beras, mi instan, air mineral, kopi, teh, gula dan lainnya. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Bancana banjir bandang kembali melanda wilayah Kabupaten Purworejo, Rabu (16/1) kemarin. “Kami turut prihatin dengan banjir yang melanda Kabupaten Purworejo," ujarnya.

Melalui program PLN Peduli, PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY  memberikan bantuan sesuai dengan arahan Kepala BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana. Di luar bantuan kebutuhan pokok ini, PLN akan tetap melanjutkan komunikasi dengan BPBD Kabupaten Purworejo, jika ke depan masih ada kebutuhan bagi.

“Kami siap tinggal menunggu bantuan apa lagi yang dibutuhkan di sana,” katanya.

Sementara itu, Bambang Agus Purwanto mengungkapkan secara keseluruhan sejumlah tujuh kecamatan dan belasan desa menjadi wilayah terdampak bencana banjir. Fokus utama BPBD adalah Desa Wironatan. Karena desa ini merupakan salah satu desa yang terdampak paling parah atas musibah banjir kali ini.

Bambang menambahkan, bantuan berupa bahan pokok dan bahan kebutuhan dasar lainnya ini memang sangat dibutuhkan, dalam situasi darurat seperti sekarang ini. Karena hampir sebagian besar wilayah pemukiman masih tergenang banjir.

Sehingga berbagai aktivitas warga lumpuh dan mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Berbagai barang berharga maupun barang kebutuhan pokok yang mereka miliki masih terendam banjir.

Ia pun berharap bantuan tersebut dapat meringankan bagi para korban terdampak banjr di wilayah Purworejo. “Sebagai bentuk apresiasi, kami mewakili warga yang terdampak menyampaikan ucapan terimakasih,” lanjutnya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA