Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Tarif Tol Porong-Gempol Masih Tunggu Uji Kelaikan

Rabu 02 Jan 2019 14:47 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Budi Raharjo

Pekerja memasang CCTV di depan pintu gerbang tol Gempol-Pandaan, di Kejapanan, Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (13/2).

Pekerja memasang CCTV di depan pintu gerbang tol Gempol-Pandaan, di Kejapanan, Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (13/2).

Foto: Antara/Audy Alwi
Secara umum, operasional tol Porong-Gempol tidak ada kendala.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Humas Jasamarga Tol Surabaya-Gempol, Agus Tri Antyo mengatakan, penentuan tarif ruas tol Porong-Gempol masih menunggu surat uji kelaikan jalan dari pemerintah pusat. Hingga kini ruas tol itu berfungsi secara gratis dan pembangunan gardu tol juga belum rampung 100 persen.

"Untuk Gempol-Porong masih belum ditentukan tarifnya, dan kami menunggu keputusan direksi atau pusat," kata Agus saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (2/1)

Agus mengatakan, tol Porong-Gempol beroperasi secara bersamaan dengan Tol Pandaan-Malang yang beroperasi secara fungsional mulai 21 Desember 2018. Namun, untuk tol Pandaan-Malang sudah ditutup kembali pada 1 Januari 2019 untuk dilanjutkan pembangunannya. Sedangkan tol Porong-Gempol tetap berfungsi secara gratis.

Agus melanjutkqn, secara umum, operasional tol Porong-Gempol tidak ada kendala dalam sepekan terakhir, dan sangat membantu mengurai kemacetan khususnya di ruas arteri Porong Kejapanan. Keberadaan tol Porong-Gempol, kata dia, merupakan relokasi dari jalan tol Surabaya-Gempol yang ditutup sejak akhir 2006 akibat luapan Lumpur Lapindo di Sidoarjo.

Sementara itu, untuk tol Pandaan-Malang juga diakui Agus tidak ada kendala dalam operasional selama sepekan, meski dibuka secara fungsional. Berdasarkan catatan Pengelola PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM), ruas tol Pandaan-Malang sepanjang 30,63 kilometer yang dibuka secara fungsional pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB selama 12 hari sejak 21 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019, total kendaraan yang melewati mencapai 76.668 unit kendaraan.

Volume kendaraan paling tinggi, kata dia, terjadi pada 1 Januari 2019 dengan total kendaraan yang melewati sebanyak 10.623 unit dengan mayoritas kendaraan mengarah ke Surabaya. Sedangkan volume tertinggi kedua terjadi pada Sabtu 29 Desember 2018, dengan total kendaraan yang melewati sebanyak 8.430 unit kendaraan dengan mayoritas kendaraan mengarah ke Malang.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA