Selasa, 19 Rajab 1440 / 26 Maret 2019

Selasa, 19 Rajab 1440 / 26 Maret 2019

Dirut Pegadaian Raih The Most Admirer CEO Award

Sabtu 15 Des 2018 12:00 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Sunarso untuk pertama kalinya meraih penghargaan Most Admired CEO Award 2018.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Sunarso untuk pertama kalinya meraih penghargaan Most Admired CEO Award 2018.

Foto: pegadaian
Pegadaian optimistos terus memimpin pasar bisnis gadai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Sunarso untuk pertama kalinya meraih penghargaan Most Admired CEO Award 2018. Sunarno meraih penghargaan untuk kategori Leadership for Digital Transformation of Pawning Business. Dia dinilai berhasil melakukan transformasi digital di era disruption.

"Penghargaan ini memotivasi kami untuk segera merampungkan proses transformasi digital di Pegadaian yang saat ini usianya tidak muda lagi (117 tahun). Tapi kami optimistis setelah transformasi selesai Pegadaian akan terus memimpin pasar, ditengah makin maraknya bisnis gadai swasta," ujar Sunarso, Sabtu (15/12).

Penghargaan Most Admired CEO Award 2018, untuk kategori Leadership for Digital Transformation of Pawning Business diterima oleh Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk, Harianto Widodo, di acara Awarding Night Warta Ekonomi-Indonesia Most Admirer CEO 2018, Jumat malam (14/12).

Menurut Sunarso, perkembangan teknologi digital tidak bisa dihindari. Hal tersebut secara langsung mempengaruhi iklim usaha, termasuk perkembangan bisnis keuangan yang terjadi di Pegadaian. Oleh karena itu, Pegadaian harus segera menyesuaikan dengan berkomitmen terus bertumbuh mengikuti perkembangan zaman, namun tetap tidak akan meninggalkan bisnis inti yaitu, gadai.

“Situasi bisnis berubah. Kami perlu transformasi. Meski demikian Pegadaian enggak akan meninggalkan core bisnis, tetap gadai. Tetapi Pegadaian juga masuk ke lini bisnis non gadai, misalnya digital landing. Transformasi ini bertujuan menjadikan Pegadaian makin kuat baik di sisi keuangan, maupun kontribusi ke masyarakat," katanya.

Dia menambahkan saat ini sekitar 68 persen nasabah Pegadaian adalah kaum milenial, sehingga perseroan juga harus bisa menyesuaikan diri sesegera mungkin. “Banyak perusahaan yang berakhir bukan karena tidak mau bertransformasi, tapi karena terlambat bertransformasi,” kata dia.

Sepanjang tahun ini Pegadaian sudah meluncurkan produk layanan yang menyasar kaum milenial, yaitu Pegadaian Digital Service (PDS). PDS merupakan layanan digital dari Pegadaian dalam bentuk aplikasi yang berbasis web dan mobile. 

Menurut Sunarso, kinerja keuangan mencatatkan positif selama kuartal lll 2018, meski Pegadaian sedang melakukan transformasi. Per Agustus 2018, Pegadaian memiliki omset mencapai Rp 87,031 triliun. Pegadaian menargetkan mampu meraih omset hingga Rp 130 triliun di akhir tahun ini Sedangkan untuk laba bersih juga ditargetkan sebesar Rp 2,7 triliun, naik dari perolehan 2017 sebesar Rp 2,5 triliun. Perseroan juga menargetkan aset meningkat menjadi Rp 58 triliun serta jumlah penyaluran pinjaman naik sekitar Rp 10 triliun menjadi Rp 48,3 triliun.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA