Sunday, 9 Rabiul Akhir 1440 / 16 December 2018

Sunday, 9 Rabiul Akhir 1440 / 16 December 2018

Bush: Bagi Kami, George HW Bush Hampir Sempurna

Kamis 06 Dec 2018 06:45 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Muhammad Hafil

 Mantan Presiden George W. Bush terdiam sesaat ketika berbicara di depan peti mati ayahnya, mantan Presiden George H.W. Bush, dalam prosesi Penguburan Kenegaraan di National Cathedral, di Washington, Rabu (5/12).

Mantan Presiden George W. Bush terdiam sesaat ketika berbicara di depan peti mati ayahnya, mantan Presiden George H.W. Bush, dalam prosesi Penguburan Kenegaraan di National Cathedral, di Washington, Rabu (5/12).

Foto: AP Photo / Alex Brandon, Pool
Banyak ilmu yang diraih dari George HW Bush.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINTON – Gereja Katedral Nasional, Washington, Amerika Serikat pada Rabu (5/12) waktu setempat menjadi tempat bersejarah pelepasan George HW Bush yang meninggal Jumat (30/11) pekan lalu. Anak George HW Bush, sekaligus Presiden AS ke-43, George W Bush menyatakan, ayahnya merupakan presiden yang sederhana, namun tetap perkasa.

“Dia lebih menghargai karakter orang ketimbang silsilah dan dia tidak punya sifat sinis. Dia mencari kebaikan setiap orang. Bagi kami, dia hampir sempurna,” kata Bush dihadapan 3.000 pemimpin politik AS seperi dilansir CNN, Kamis (6/12).

Bush menjelaskan, banyak ilmu yang diperoleh dari George HW Bush ketika menjabat maupun setelah memasuki masa purna bakti. George HW Bush, kata dia, telah menunjukkan arti penting sebagai seorang presiden.

Satu hal yang harus dimaknai dan dipegang secara teguh oleh seorang pemimpin adalah integritas, keberanian memimpin, hingga mampu bertindak dengan hati dan cinta kepada rakyat. George HW Bush juga dikenal sebagai seorang laki-laki yang menyayangi keluarganya. “Dia adalah ayah terbaik yang dimiliki oleh putra dan putrinya,” ujarnya.

Selama dua hari terakhir, seluruh warga AS telah memasang peti mayat di Capitol Rotunda, Washinton sebagai tanpa penghormatan kepada George HW Bush. Sosok Presiden AS ke-41 itu dikenal sebagai pemimpin yang mampu mengawasi perang dingin.

Pada upacara pemakaman kali ini, tiga mantan Presiden AS, Jimmy Carter, Bill Clinton, Barack Obama turut hadir. Selain itu, Presiden AS Donald Trump yang saat ini masih menjabat. Momen upacara pemakaman tersebut sekaligus momen pertama mereka berlima saling bertatap muka sejak Trump menjabat.

Baca juga: Reuni 212 Jadi Sorotan Berbagai Media Asing

Baca juga: Keraton se-Nusantara Kecewa Terhadap Sikap Pemerintah

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES