Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

UKM Unggulan akan Meriahkan Pameran Indonesia Quality Expo

Selasa 23 Oct 2018 21:30 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Penggunaan gas bumi oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kampung Kue di Surabaya, Jawa Timur.

Penggunaan gas bumi oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kampung Kue di Surabaya, Jawa Timur.

Foto: dok. PGN
Pameran digelar pada pada 25–28 Oktober 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menyelenggarakan Pameran Indonesia Quality Expo (IQE) ke-6 8 di Grand City Convex, Surabaya pada 25–28 Oktober 2018. Pameran ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Standar Dunia dan Bulan Mutu Nasional 2018.

Kepala Biro Hukum, Organisasi, dan Humas BSN Iryana Margahayu mengungkapkan, pameran akan diikuti oleh lebih dari 50 instansi yang akan mengisi 170 booth di Ballroom Grand City Convex. Kesemua instansi nantinya akan menampilkan produk unggulan ber-Standar Nasional Indonesia (SNI) dan standar internasional.

Iryana mengungkapkan, pameran IQE juga akan didukung oleh berbagai pemangku kepentingan baik dari perusahaan, lembaga penilaian kesesuaian, pemerintah pusat dan daerah, serta perguruan tinggi. Begitu pun UKM-UKM unggulan yang sudah ber-SNI akan turut memeriahkan acara tersebut.

“UKM-UKM unggulan yang sudah meraih SNI akan tampil dalam pameran IQE. Masyarakat dapat memanfaatkan IQE sebagai ajang bertukar informasi, edukasi, serta transaksi,” ujar Iryana di Surabaya, Selasa (23/10).

Iryana menjelaskan, beberapa perusahaan besar penerap SNI yang bisa menjadi role model akan turut ambil bagian dalam Pameran IQE. Beberapa perusahaan yang dimaksud seperti PT. Petrokimia Gresik, PT. Pupuk KALTIM, PT. Pertamina Lubricants, PT. Siemens Indonesia, PT. Semen Indonesia, PT. Insera Sena (Polygon), serta PT. Kencana Gemilang (MIYAKO).

“Beberapa produk unggulan yang ditampilkan diantaranya pupuk, pelumas, alat elektronik rumah tangga, mainan anak, batik, kain tenun, tekstil, produk makanan olahan ikan, dan sebagainya,” ujar Iryana.

Iryana memgungkapkan alasan dipilihnya Jawa Timur sebagai tuan rumah pameran IQE dan kegiatan Bulan Mutu Nasional tahun 2018. Itu tak lain karena menurtnya potensi Jawa Timur sangat luar biasa, dimana saat ini sebanyak 397 perusahaan di Jawa Timur, bersertifikat SNI Produk.

"Kalau ditambah dengan perusahaan yang meraih SNI Sistem Manajemen Mutu, bisa mencapai ribuan. Kalau ditambah dengan UKM, tentunya angkanya jauh lebih besar dari angka tesebut,” kata Iryana.

Iryana mengungkapkan, perkembangan LPK di Jawa Timur, juga cukup signifikan angkanya. Total ada 247 LPK yang terdiri dari Lembaga Sertifikasi, Laboratorium, dan Lembaga Inspeksi terakrediasi Komite Akreditasi Nasional (KAN). Ketersediaan LPK sebanyak ini dirasanya bisa mendukung penerapan SNI di provinsi tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA