Monday, 10 Rabiul Akhir 1440 / 17 December 2018

Monday, 10 Rabiul Akhir 1440 / 17 December 2018

Jokowi Ingin Investasi Singapura di Kendal Direplikasi

Kamis 11 Oct 2018 12:16 WIB

Red: Nidia Zuraya

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kiri).

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kiri).

Foto: Antara/R. Rekotomo
Singapura berinvestasi di Kendal Industrial Park

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan investasi Singapura di Kendal Industrial Park dapat direplikasi di provinsi-provinsi lain di Indonesia. Presiden mengatakan, sebelumnya hal tersebut telah dibahas secara khusus dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Baca Juga

"Untuk kerja sama ekonomi yang berkaitan dengan investasi tadi, kita sudah berbicara mengenai Investasi di Kendal, saya kira progressnya sangat bagus dan kita berharap agar kawasan industri seperti di Kendal bisa dibangun di provinsi lain," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam annual leaders retreat dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di sela pertemuan tahunan IMF-WB 2018 di Nusa Dia Bali, Kamis (11/10).

Ia menekankan, investasi Singapura di Kendal perlu untuk direplikasi di provinsi lain. "Ada tadi juga disampaikan oleh PM Lee bahwa di kawasan-kawasan di Kendal juga memerlukan insentif khusus terutama untuk pajak, tax holiday," katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga berjanji akan adanya insentif yang memudahkan investor untuk menanamkan modalnya di kawasan industri. "Dan kita berharap hal-hal lain yang tadi kita bicarakan mengenai bilateral swap juga segera dan sudah disetujui oleh PM Lee dan akan segera akan kita realisasikan," katanya.

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong dan Presiden Joko Widodo meresmikan Kawasan Industri Kendal (KIK) Jawa Tengah pada 2016. Kawasan tersebut menampung puluhan perusahaan asal Singapura dan mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Dalam pertemuan di Bali, baik Presiden Jokowi maupun PM Lee tampak sangat santai dan banyak berbincang secara informal. Keduanya membahas berbagai hal terkait tindak lanjut kerja sama dan realisasi investasi kedua negara.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES