Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

PLN Kembangkan Sistem Ketenagalistrikan di Jember

Senin 24 Sep 2018 10:55 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Gita Amanda

Jaringan listrik PLN, ilustrasi

Jaringan listrik PLN, ilustrasi

Foto: Antara
Tujuannya memenuhi kebutuhan konsumen dan industri.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Manajer Unit Pelaksana Proyek Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ring Jawa Bagian Timur dan Bali (JBTB) II Indrayoga Suharto mengungkapkan, pelanggan listrik untuk kalangan rumah tangga dan industri di Kabupaten Jember pada tahun 2017 mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut terjadi seiring tumbuhnya ekonomi di daerah setempat.

Pria yang akrab disapa Yoga itu menjelaskan, pada 2015 jumlah pelanggan PLN di Kabupaten jember sekitar 847 ribu pelanggan. Kemudian tahun selanjutnya, meningkat menjadi sekitar 879 ribu pelanggan. Pada 2017, junlah pelanggan di Jember mencapai 917 ribu, sehingga rasio elektrifikasi berada di angka 83,80 persen.

"Rata-rata pertumbuhan beban puncak selama 10 tahun terakhir sebesar 4,9 persen, hal itu diiringi proyeksi rata-rata pertumbuhan penjualan energi selama 10 tahun sebesar 5,29 persen," kata Yoga di Surabaya, Senin (24/9).

Oleh karena itu, kata Yoga, PLN saat ini sedang melakukan pengembangan sistem ketenagalistrikan tegangan tinggi di tiga lokasi di Kabupaten Jember. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan industri guna mengantisipasi tingginya konsumsi listrik.

"Pembangunan jaringan listrik sangat dibutuhkan, karena kini jumlah pelanggan PLN di Jember terus menunjukkan tren yang positif," ujar Yoga.

Dia mengatakan, tiga lokasi yang akan dikembangkan di Kabupaten Jember yakni di Arjasa, Puger, dan Tanggul. Sedangkan infrastruktur jaringan listrik tegangan tinggi yang akan dikembangan di Jember antara lain Gardu Induk (GI) berkapasitas 150 kv di arjasa, SUTT 150 kv di Arjasa, lalu GI 150 kv di Puger, SUTT 150 kv Tanggul - Puger, dan Ext GI 150 kv tanggul.

"Target atau proyeksi kami semua jaringan tersebut akan rampung pada tahun 2020, sebab Jember memiliki potensi yang besar untuk dilakukan pengembangan ketenagalistrikan," kata Yoga.

Yoga berharap, dengan adanya sumber listrik yang memadai, akan banyak investor yang tertarik untuk menenamkan modalnya di kabupaten Jember. Sehingga, pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar bisa terus terjadi.

Selain di Jember, PLN Transmisi Jawa bagian Timur dan Bali (JBTB) juga akan melakukan penambahan kapasitas 57 trafo dengan total daya 4480 MVA. Kesemuanya itu akan disebar di Madiun, Surabaya, Malang, Bali, dan Probolinggo.

"Kami akan terus berupaya melakukan peremajaan peralatan utama transmisi, dan optimalisasi pelaksanaan pemeliharaan secara online dengan PDKB, sehingga layanan kami bisa lebih baik," kata Yoga.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA