Selasa, 12 Rabiul Awwal 1440 / 20 November 2018

Selasa, 12 Rabiul Awwal 1440 / 20 November 2018

Penipuan Internal Tokopedia Bisa Terjadi di Perusahaan Lain

Kamis 30 Agu 2018 03:25 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Indira Rezkisari

Tokopedia

Tokopedia

Foto: ist
Tokopedia dianggap mengambil langkah tepat dengan memecat karyawan yang terlibat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (iDea) Ignatious Untung mengatakan fenomena penipuan internal atau  pelanggaran transaksi terhadap produk perusahaan bisa tejadi di perusahaan-perusahaan lain. Penipuan internal telah terjadi pada e-commerce Tokopedia yang berakibat pemutusan hubungan kerja dengan beberapa pegawai yang terlibat melakukan itu.

“Kecurangan oleh oknum internal yang tidak bertanggung jawab lumrah terjadi dari waktu ke waktu, baik di bisnis online maupun offline, bahkan di industri-industri yang regulasinya secara ketat,” kata Untung dalam siaran pers, Rabu (30/8).

Dalam kasus Tokopedia, dia mengilustrasikan toko offline yang tengah menggelar program diskon. Dari satu juta produk yang didiskon, ada sebanyak 49 buah dibeli oleh orang dalam dengan cara yang tidak benar. “Nah, perusahaan tersebut lalu mengambil tindakan tegas,” kata Untung.

Untung mengakui bahwa sikap perusahaan terhadap penipuan internal memang berbeda-beda. Banyak juga perusahaan yang mungkin memilih diam.

Tindakan tegas Tokopedia namun dipandangnya baik. Pastinya, hal itu merupakan pilihan yang sulit, apalagi jumlah barangnya sangat kecil.

“Tokopedia bisa saja memilih  diam supaya tidak menimbulkan pemberitaan. Ini justru membuktikan komitmen mereka untuk melindungi kepentingan konsumen, sekaligus menjaga kepercayaan dari masyarakat,” ungkapnya.

Untung mengatakan, hal ini bukan pertama kalinya kasus penipuan di perusahaan perintis yang menarik perhatian publik. Sebelumnya, lanjut dia, masyarakat sempat dikejutkan dengan pemberitaan mengenai Grab yang melaporkan karyawan yang melakukan penipuan internal hingga Rp 1 miliar, penangkapan order fiktif penarik Gojek, atau kasus pesanan IPhone di Lazada yang ditukar dengan sabun.

“Lewat teknologi, justru masalah-masalah tersebut bisa lebih mudah terungkap dan dikelola dengan baik. Yang juga penting, harusnya kejadian ini memberikan efek jera bagi oknum tidak bertanggung jawab, bukan malah perusahaan yang terkait. Jangan sampai ketika nanti ada kejadian serupa, pelaku startup jadi malah enggan melaporkan,” ujarnya.

Penipuan terjadi saat digelarnya saat kampanye diskon kilat (flash sale) pada 15-18 Agustus 2018. Saat merayakan hari jadinya ke-9, Tokopedia menggelar diskon dengan harga sangat murah. Namun, hanya dalam waktu sangat singkat barang-barang yang didiskon sudah habis. Ternyata penyebabnya diduga karena terjadi penipuan internal oleh karyawannya sendiri.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Persija Menang 3-0 Atas Persela

Selasa , 20 Nov 2018, 20:53 WIB