Tuesday, 15 Muharram 1440 / 25 September 2018

Tuesday, 15 Muharram 1440 / 25 September 2018

Kementerian PUPR Tata Kawasan Wisata Labuan Bajo

Senin 20 August 2018 07:15 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Friska Yolanda

Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Foto: Republika/Edi Yusuf
Anggaran penataan Labuan Bajo senilai Rp 40,35 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu destinasi wisata Labuan Bajo terus berbenah setelah masuk kegiatan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Master Plan/Development Plan KSPN disusun oleh Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) dan dilanjutkan dengan Rencana Teknis Terinci/Detailed Engineering Design (DED) dan pelaksanaan fisik oleh Ditjen Cipta Karya. 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, penataan kawasan dilakukan dengan menyediakan sarana dan prasarana pendukung seperti pembangunan trotoar di Jalan Soekarno Hatta, pusat wisata kuliner dan ruang terbuka hijau di Kampung Ujung, street furniture dan jembatan di Promenade Kampung Air.

Semakin lengkapnya sarana dan prasarana di daerah penyangga (buffer zone) sebagai bagian tourist management memudahkan wisatawan. Sebelum menuju Pulau Rinca dan Pulau Komodo, wisatawan dapat menikmati Kampung Ujung dan Kampung Air sehingga wisatawan bisa tinggal lebih lama. 

Baca juga, Labuan Bajo Jadi Destinasi Super Prioritas

"Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur," katanya melalui keterangan tertulis, akhir pekan ini.

Salah satunya adalah penataan kawasan wisata kuliner Kampung Ujung. Di wilayah ini deretan tenda penjual makanan lebih tertata dengan desain tenda baru berwarna putih. Wisatawan dapat menikmati beragam olahan seafood di tepi laut dengan tenda-tenda yang bisa menjadi titik swafoto.

Anggaran kegiatan penataan KSPN Labuan Bajo senilai Rp 40,35 miliar dan ditargetkan akan rampung 15 Desember 2018 mendatang. Progres fisik kini sudah mencapai 66,70 persen dan penyerapan anggaran sudah 58,32 persen. 

KSPN Labuan Bajo merupakan satu dari 11 KSPN yang dikembangkan Pemerintah sebagai Bali Baru untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara yang ditargetkan 20 juta orang pada 2019. Semakin tumbuhnya sektor wisata akan membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan sekitar.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Pencari Puing Waduk Jatigede (1)

Senin , 24 September 2018, 23:59 WIB