Jumat, 6 Zulhijjah 1439 / 17 Agustus 2018

Jumat, 6 Zulhijjah 1439 / 17 Agustus 2018

Kenaikan Harga Telur Diduga karena Kelangkaan Pakan

Sabtu 21 Juli 2018 21:53 WIB

Red: Ratna Puspita

Telur ayam

Telur ayam

Foto: Republika/Melisa Riska Putri
Kinerja pemerintah agar fokus mengatasi persoalan kenaikan harga telur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) Yeka Hendra Fatika menduga kelangkaan pakan ayam ternak menyebabkan kenaikan harga telur dan daging ayam ras. Ia mengatakan meroketnya harga telur sebulan terakhir disebabkan minimnya pasokan akibat berkurangnya populasi ayam petelur.

Menurut Yeka, berkurangnya jumlah pelaku usaha akibat banyaknya pelaku usaha skala kecil yang bangkrut ketika harga jatuh dua tahun lalu sehingga populasi ayam petelur berkurang. Yeka memperkirakan sebanyak 30 persen peternak ayam kecil gulung tikar akibat harga telur yang terlalu rendah.

Faktor lain yang lebih berpengaruh, yakni penyebaran penyakit yang ditemui pada beberapa sentra penghasil telur akibatnya tingkat kematian mencapai 40 persen bahkan 100 persen. "Selain itu, juga ditemui penurunan produktivitas ayam petelur akibat serangan penyakit," ujar Yeka di Jakarta, Sabtu (21/7).

Baca Juga: Soekarwo tak Sepakat Harga Telur Naik karena Piala Dunia

Yeka menganalisa fenomena penurunan produktivitas tersebut lantaran adanya larangan pengunaan antibiotic growth promoter (AGP). Yeka mengatakan penyakit hewan ternak menyebabkan produktivitas lebih masif yang berdampak terhadap biaya produksi mahal. 

Akibatnya, harga telur juga menjadi mahal. "Tanpa adanya upaya dari pemerintah membenahi masalah ini, biaya produksi akan tetap mahal dan berimbas pada harga telur," ujar Yeka.

Baca Juga: Harga Telur dan Daging Ayam di Sumbar Masih Tinggi

Peneliti Indef, Ahmad Heri Firdaus, menekankan kinerja pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan pemangku kebijakan lain agar fokus mengatasi persoalan kenaikan harga telur. Heri menyatakan persoalan pakan ternak lantaran suplai jagung khusus pakan ternak domestik berkurang, sedangkan pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 57 Tahun 2015 tentang pembatasan impor jagung.

"Masalah pakan ini cukup krusial karena berdampak terhadap output-nya dalam hal ini adalah telur dan daging ayam," ungkap Heri.     

Saat ini, rata-rata harga ayam ras secara nasional berada pada angka Rp 39.100 per kilogram, sedangkan harga telur ayam ras sudah mencapai Rp 27.200 per kilogram.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

REPUBLIKA TV

Republika.co.id

Jumat , 17 Agustus 2018, 09:58 WIB