Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Indonesia Disarankan Fokus di Empat Industri Prioritas

Rabu 11 July 2018 21:36 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Acara 'Dialektika ICMI: Ekonomi Pasar dan Pemberdayaan Ekonomi Umat'.

Acara 'Dialektika ICMI: Ekonomi Pasar dan Pemberdayaan Ekonomi Umat'.

Foto: Mahmud Muhyidin
Industri prioritas di Indonesia seharusnya berbasis sumber daya alam dan manusia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), merekomendasikan empat sektor prioritas sebagai titik fokus industrialisasi Indonesia. Sektor tersebut adalah agrobisnis, maritim, pariwisata, dan industri kreatif.

Dalam acara 'Dialektika ICMI: Ekonomi Pasar dan Pemberdayaan Ekonomi Umat', Ketua KEIN Soetrisno Bachir mengatakan empat sektor tersebut memiliki potensi mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat dan jika dikembangkan dengan baik Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan industri paling besar di dunia.

Soetrisno berpandangan Indonesia sudah seharusnya memiliki titik fokus kepada sektor-sektor industri prioritas yang berbasis kepada 2 kriteria yakni sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia.

Dari sisi agrobisnis, kata dia, Indonesia sesungguhnya mempunyai sumber daya yang melimpah untuk dikembangkan apalagi sektor ini sudah menyatu dengan masyarakat Indonesia, baik di daerah dan desa-desa.Yang diperlukan pada sektor ini adalah bagaimana sektor ini diindustrialisasikan dan melibatkan masyarakat.

“Misalnya modernisasi pertanian pada komoditas padi harus melibatkan petani padi agar terjadi hubungan yang saling membutuhkan antara petani dan teknologi itu sendiri,” kata dia, Rabu (11/7).

Seperti yang diketahui, dua pertiga wilayah indonesia adalah perairan, maka dari itu mengembangkan industrialisasi sektor kemaritiman dan perikanan bisa menjadi senjata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen.

Potensi industri kelautan, perikanan dan kemaritiman Indonesia juga cukup besar. Oleh sebab itu banyak negara yang mencoba mengambilnya. Dalam hitungan sementara, potensi kekayaan laut, pariwisata, gas, energi dan lainnya bisa mencapai 200 miliar dolar AS per tahun.

Sektor lainnya yaitu ekonomi kreatif, Soetrisno berpandangan ekonomi kreatif menyimpan potensi besar untuk menjadi salah satu sektor penggerak ekonomi nasional. Indonesia juga mengalami pertumbuhan pengguna internet yang sangat besar dan  memicu tumbuhnya pelaku startup atau usaha pemula yang berbasis internet dan anak-anak muda saat ini melek teknologi dan kreatif, sehingga bisa menjadi aset besar bangsa ini.

Sektor terakhir adalah sektor pariwisata. Soetrisno Bachir menilai sektor pariwisata merupakan komoditas yang paling berkelanjutan dan menyentuh hingga ke level paling bawah masyarakat.

photo

Ketua KEIN Soetrisno Bachir

Sektor pariwisata Indonesia  diproyeksikan mampu menyumbang produk domestik bruto sebesar 15 persen, Rp 280 triliun untuk devisa negara, 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara, 275 juta perjalanan wisatawan nusantara dan menyerap 13 juta tenaga kerja pada 2019. Lebih jauh, sektor pariwisata diyakini mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih tersebar di seluruh negeri ini.

Sektor industri masih mendominasi Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 20,16 persen pada 2017. Angka tersebut setara Rp 2.739,4 triliun dari perekonomian nasional sebesar Rp 13.588,8 triliun.

Kontribusi industri Indonesia terhadap PDB berada di urutan keempat terbesar dunia pada 2015. Sumbangan sektor pengolahan Indonesia terhadap PDB nasional mencapai 22 persen dari total PDB nasional dan hanya kalah dari Korea Selatan, Cina dan Jerman.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA