Minggu, 12 Safar 1440 / 21 Oktober 2018

Minggu, 12 Safar 1440 / 21 Oktober 2018

Bisnis Transportasi Helikopter Butuh Dukungan Kemenhub

Jumat 15 Jun 2018 00:29 WIB

Red: Ratna Puspita

Helikopter mengudara. (Ilustrasi)

Helikopter mengudara. (Ilustrasi)

Foto: ANTARA FOTO
Indonesia memiliki prospek pertumbuhan transportasi helikopter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bisnis transportasi helikopter butuh dukungan regulasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. Regulasi itu agar kelangsungan usaha itu bisa terus berjalan sembari  mengantisipasi kebutuhan dunia usaha dan masyarakat yang terus bertambah.

"Saat ini, Kementerian Perhubungan sangat mendukung bisnis transportasi helikopter dan tentu kami berharap akan bisa mengeluarkan sejumlah regulasi untuk mendukung bisnis tersebut," kata CEO PT Whitesky Aviation, Denon Prawiraatmadja kepada pers di Jakarta, Kamis (14/6).

Dia mengatakan, salah satu regulasi yang telah dikeluarkan Kementerian Perhubungan dan Airnav (Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia) adalah pembukaan sejumlah rute penerbangan helikopter antarkota dan dalam kota di Jakarta. Ini memungkinkan penerbangan bisa diatur dan tidak terjadi kesimpangsiuran rute.

Selain itu, kata dia, Kementerian Perhubungan juga telah mengeluarkan sertifikasi kelaikan penerbangan kepada perusahaan transportasi helikopter. Sertifikasi juga diberikan kepada area tempat mendarat helikopter di beberapa titik.

Denon mengatakan sesuai survei yang dilakukan oleh Asian Sky Group, konsultan bisnis penerbangan Asia Pasifik, Indonesia adalah salah satu negara di Asia yang memiliki prospek pertumbuhan transportasi helikopter. Bahkan, pertumbuhan di Indonesia akan pesat, selain negara-negara Asia lain seperti Jepang, India, dan China.

Dia mengatakan, prediksi pertumbuhan ini karena Indonesia memiliki letak geografis yang terdiri dari kepulauan serta banyak daerah pertambangan dan perkebunan. Kondisi ini, dia mengatakan, memungkinkan kebutuhan helikopter sebagai alat transportasi akan terus berkembang di tahun-tahun mendatang.

Untuk itu, pengusaha helikopter membutuhkan dukungan pemerintah dalam memajukan bisnis ini. “Sampai sekarang memang belum terlalu berkembang karena memang segmennya terbatas dan bukan merupakan transportasi massal," katanya.

Ia menambahkan kehadiran taksi udara ini tentu bisa menjadi salah satu alternatif transportasi. Berkaca dari musim mudik tahun sebelumnya, banyak penumpang yang tidak kebagian tiket jalur darat karena ludes terjual.

Karena itu, perusahaan transportasi helikopter yang bernama Helicity ini, bisa menjadi salah satu transportasi alternatif ketika mudik lebaran. Helicity juga melayani rute penerbangan di wilayah Jakarta sekitarnya. 

Masyarakat bisa diajak mengunjungi tempat-tempat wisata seperti di Kepulauan Seribu menggunakan helikopter. Harganya pun cukup terjangkau, yakni Rp 5,6 juta untuk 4 orang.

Sejak diluncurkan Desember 2017, Helicity telah melewati beragam tujuan, mulai dari Bandung, Bogor, Sukabumi dan Cirebon. Tentu saja juga melayani keliling Jakarta. 

Para penggunanya pun beragam, mulai dari keluarga, artis hingga pengusaha. Jumlah penerbangan Helicity mencapai 40 penerbangan per bulan.

Untuk layanan Helicity, selama ini Whitesky menyediakan dua jenis helikopter, yakni Bell 429 untuk enam penumpang dan Bell 505 untuk empat penumpang.

Rute Jakarta-Bandung yang ditempuh 40 menit menjadi salah satu penerbangan Helicity yang paling ramai dan diminati.

Karena itu, Helicty terus berupaya meningkatkan layanan untuk memenuhi harapan dari sejumlah pihak terutama masyarakat pada musim Ramadhan, lebaran, dan hari-hari biasa.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES