Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Pembangunan Infrastruktur Disebut Faktor Kelancaran Mudik

Rabu 13 Juni 2018 15:55 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Friska Yolanda

Sejumlah pemudik dengan menggunakan kereta api Sri Tanjung tiba di Stasiun Gubeng Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/6).

Sejumlah pemudik dengan menggunakan kereta api Sri Tanjung tiba di Stasiun Gubeng Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/6).

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Pembangunan infrastruktur diharapkan meningkatkan potensi ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI Polri (GM FKPPI) Jatim menilai, respons publik terhadap kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini menjadi salah satu indikasi pentingnya kemajuan infratruktur. Itu juga menjadi penanda kemajuan infrastruktur yang membawa perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat.

"Maka dari itu GM FKPPI Jatim meminta pemerintah terus fokus untuk membangun konektivitas infrastruktur jalan, baik tol maupun nontol," kata Sekretaris GM FKPPI Jatim Didik Prasetiyono dalam siaran persnya, Rabu (13/6).

Didik berharap, pembangunan di jalur selatan-selatan maupun selatan-utara Jawa Timur juga menjadi prioritas untuk membongkar potensi ekonomi di wilayah selatan yang luar biasa besar. Dia juga meminta pemerintah untuk melanjutkan pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang walaupun sudah ada kemajuan, tetapi di beberapa tempat belum menyambung.

"Infrastuktur jalan akan membawa implikasi nyata bagi murahnya biaya logistik yang ujungnya adalah efisiensi biaya produksi, yang kemudian akan mendorong pertumbuhan," ujar Didik.

Didik juga mengaku melihat keseriusan pemerintah dalam mewujudkan kemajuan infrastruktur di negeri ini. Namun, dia berharap pembangunan infrastuktur tersebut seiring dan sejalan dengan program mewujudkan kedaulatan bidang pangan.

"Misalnya dengan membangun infrastuktur bendungan baru di Jawa Timur dan tentunya saluran irigasi, juga pembangkit-pembangkit penerangan listrik," kata Didik.

Didik mengatakan, Jawa Timur sebagai penyumbang 15 persen Produk Domestik Bruto Nasional siap menyambut kemajuan infrastuktur. Dia pun berharap pemerintah terus fokus dan tidak terlalu terganggu dengan riuh-rendah dinamika politik nasional. Sehingga pada akhirnya mampu mewujudkan cita-cita bangsa, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES