Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Jonan: APBN untuk Penyediaan Air Bersih dan Listrik

Sabtu 24 Mar 2018 13:27 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Andi Nur Aminah

Menteri ESDM Ignasius Jonan

Menteri ESDM Ignasius Jonan

Foto: Widodo S Jusuf/Antara
Jonan juga membagikan lampu tenaga surya hemat energi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Sabtu (24/3) bertempat di Desa Welai Timur, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), meresmikan sumur bor air tanah dan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT). Jonan juga membagikan lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE).

Jonan idampingi anggota Komisi VII DPR-RI, Ferry Kase, Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Pjs. Bupati Alor Benyamin Lola. Sumur bor air tanah dalam di lokasi peresmian Desa Welai Timur dibangun dengan pembiayaan APBN Kementerian ESDM 2017. Dengan kedalaman 125 meter dan debit air sekitar dua liter per detik, sumur bor dimaksud dapat melayani hingga 2.800 jiwa per sumur.

Menurut salah satu warga di lokasi, sebelumnya mereka mengeluarkan Rp 150 ribu untuk satu tangki air (ukuran truk) untuk kebutuhan keluarga kurang dari satu bulan. Sumur bor di Desa Welai merupakan satu dari 12 sumur di 8 kabupaten di NTT yang diresmikan Menteri ESDM pada kesempatan ini. Ke-12 sumur bor tersebut dibangun dengan pembiayaan APBN tahun 2016-2017.

Dalam 12 tahun terakhir, Kementerian ESDM telah membangun 1.782 sumur bor air tanah yang dapat melayani sekitar lima juta jiwa. Termasuk 90 sumur di antaranya tersebar di wilayah NTT yang dapat melayani sekitar 75 ribu jiwa.

Sedangkan pembangkit listrik EBT yang turut diresmikan sebanyak 21 unit, tersebar di lima kabupaten di NTT dan melistriki sekitar 2.737 keluarga yang sebelumnya tidak menikmati listrik. Dengan total kapasitas sebesar 1.516 kWp (kilowatt peak), pembangkit listrik EBT tersebut dibangun dengan pembiayaan APBN tahun 2016-2017. Anggaran dari rakyat kembali lagi ke rakyat.

21 pembangkit listrik EBT tersebut terdiri atas dua Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Bandara (700 kWp), 16 PLTS terpusat (680 kWp) dan tiga pembangkit listrik tenaga mikro hidro (136 kW). Pada kesempatan tersebut, Menteri ESDM juga memberikan secara simbolik lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) untuk delapan desa pada tiga kabupaten di NTT. Sejumlah total 1.747 LTSHE akan diberikan untuk tiga kabupaten dimaksud yaitu Alor, Sumba Tengah dan Sumba Timur dengan pembiayaan APBN 2018.

Menteri ESDM memberikan apresiasi atas dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di NTT, bahwa sumur bor dan pembangkit listrik EBT yang telah dibangun tersebut, sebagian besar proses serah terimanya sudah selesai. Selanjutnya, proses pengelolaan, pemeliharaan dan pengembangan dapat dilakukan masyarakat setempat dibawah pembinaan daerah.

Energi dan air merupakan bagian penting dalam menunjang aktivitas kehidupan sehari hari masyarakat. Menyediakan energi dan air secara merata di berbagai daerah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Semoga dengan dibangunnya sumur bor air dan pembangkit listrik EBT di wilayah NTT ini dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat setempat," ujar Jonan.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA