Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

PT Jhonlin Batu Mandiri Kembangkan Gula Tebu dan Peternakan Sapi

Kamis 21 Sep 2017 13:22 WIB

Red: Winda Destiana Putri

Sapi

Sapi

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keseriusan PT Jhonlin Batu Mandiri dalam mendukung program kerja Kementan RI yang dicanangkan oleh Mentan Amran Sulaiman, dengan target Indonesia menjadi lumbung pangan dunia di tahun 2045 ditindak lanjuti dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 2,2 triliun di kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Untuk tahun 2017, target Kementan produksi Gula Tebu 2.95 juta ton dan Daging Sapi 0.64 juta ton karks.

Target produksi tersebut diharapkan mampu memberikan sumbangan terhadap PDB Pertanian dan diharapkan tumbuh sebesar 3,89 persen. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra H Muhamad Nasir, bahwa investasi ini akan dilaksanakan secara terintegrasi antara perkebunan tebu dengan peternakan sapi.

"Investasi triliunan rupiah itu bukan hanya pengembangan perkebunan tebu, namun juga pengembangan dalam bidang peternakan sapi, dengan cara menggunakan kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Tina Orima, Kabupaten Bombana," kata dia dalam keterangan resmi yang diterima Kamis (21/9).

Menurutnya, KPHP Tina Orima akan dimanfaatkan untuk pengembangan kebun tebu seluas 20.000 hektare bekerjasama dengan masyarakat. Saat ini masyarakat telah menyiapkan kebun plasma untuk dikembangkan ke dalam kawasan pengembangan kebun tebu tersebut.

"Jadi masyarakat akan dilibatkan bukan hanya pada penyiapan plasma kebun tebu namun juga pada bibit ternaknya," katanya.

Selain di Kabupaten Bombana, peternakan sapi dan kebun tebu juga akan dikembangkan di Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur dan Konawe Selatan sebagai daerah pendukung.

"Diperkirakan tahun 2017 ini, investasi tersebut telah berjalan. Apalagi melihat keseriusan pihak investor dalam melakukan investasi dan juga telah melibatkan beberapa pihak baik dari Pemprov Sultra maupun akademisi Universitas Halu Oleo Kendari," jelasnya.

Sementara itu, Maman Gunawan Direktur PT. Jhonlin Batu Mandiri, mengatakan bahwa investasi ini mendukung program swasembada ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian RI.

"Kita menggunakan kawasan hutan milik negara lebih kurang 20.000 Ha, berdasarkan persetujuan kerjasama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta melakukan perjanjian kerjasama dengan KPH Tina Orima," kata dia.

Ditambahkannya, PT. Jhonlin Batu Mandiri pula akan membantu masyarakat di area perkebunan tebu dan peternakan sapi di Kabupaten Bombana untuk merelokasi peternakan sapi yang berada di kawasan hutan milik negara.

"Kita akan akan merelokasi dan membangun kandang baru bagi peternak sapi di kawasan hutan milik negara ini, dan biaya untuk kawasan baru nantinya beserta kandang sapi yang dibangun akan kami tanggung sepenuhnya sesuai kesepakatan bersama," tegas Maman.

Tidak hanya itu saja, Maman juga menjelaskan, bahwa para peternak sapi yang akan direlokasi ini rencananya akan diberikan penyuluhan dan pendampingan bagaimana cara beternak sapi yang efektif dan memiliki produktivitas tinggi ke depannya, dan program ini akan berjalan secara kontinyu," ungkapnya.

Maman berharap, selain dari pemenuhan kebutuhan swasembada stok pangan daging sapi dan industri gula, ke depannya investasi PT. Jhonlin Batu Mandiri ini mampu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat, khususnya para petani tebu dan peternak sapi di Kabupaten Bombana.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA