Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

BRI Siapkan Penukaran Uang di 303 Titik

Rabu 14 Jun 2017 21:01 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nur Aini

Seorang warga menukarkan uang pecahan baru di mobil layanan penukaran uang terpadu, di Monumen Perjuangan Rakyat Jabar, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Senin (5/6).

Seorang warga menukarkan uang pecahan baru di mobil layanan penukaran uang terpadu, di Monumen Perjuangan Rakyat Jabar, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Senin (5/6).

Foto: Mahmud Muhyidin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menggandeng Himpunan Bank-bank Negara (Himbara) untuk melayani penukaran uang di 1.000 titik di seluruh Indonesia menjelang Idul Fitri pada 16 sampai 17 Juni 2017. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaga kedaulatan rupiah terutama di berbagai daerah pelosok serta perbatasan.

Dalam kegiatan itu, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk menyiapkan 303 titik. “Sebanyak 300 titik akan dilayani oleh Teras BRI Keliling dan tiga titik dilayani oleh Teras BRI Kapal yang beroperasi di Kepulauan Seribu, Halmahera Selatan, dan Labuan Bajo,” ujar SEVP Jaringan dan Layanan BRI Agus Noorsanto kepada wartawan di Gedung BI, Jakarta, Rabu, (14/6).

Ia menjelaskan, titik lokasi yang dipilih merupakan pusat kegiatan masyarakat, seperti pasar, balai kota, dan beberapa tempat lainnya. Tidak hanya melayani penukaran uang baru, selama kegiatan berlangsung Bank BRI juga melakukan edukasi kepada nasabah perihal keaslian uang rupiah dan ketentuan penggantian uang rusak.

“Kami menghimbau dan mengajak masyarakat agar menukarkan uang di tempat resmi untuk menghindari peredaran uang palsu. Di samping itu, masyarakat juga mendapatkan keuntungan karena penukaran uang baru di Bank BRI tidak dipungut biaya sepeser pun,” kata Agus.

Momen penukaran uang baru menjelang Lebaran juga dimanfaatkan oleh Bank BRI untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat. Di antaranya dengan memberikan edukasi kepada nasabah mengenai keaslian uang rupiah dan ketentuan penggantian uang rusak.

"Untuk mengenali keaslian rupiah, masyarakat bisa melakukan tiga cara dengan mudah, yakni 3D atau dilihat, diraba, dan diterawang," tutur Agus. Dia berharap, kegiatan ini dapat membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan uang pecahan kecil terutama uang emisi 2016 baru.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA