Minggu, 17 Zulhijjah 1440 / 18 Agustus 2019

Minggu, 17 Zulhijjah 1440 / 18 Agustus 2019

Investasi Asing Tertarik Bisnis Ternak Online Binaan Indigo

Sabtu 25 Mar 2017 10:54 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

Ternak domba (Ilustrasi)

Ternak domba (Ilustrasi)

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Konsep investasi ternak sapi dan domba online yang diusung Angon.id, sebuah startup binaan Indigo.id, sukses menarik perhatian investor pada ajang bisnis digital terbesar di Eropa, CEBIT 2017, yang berlangsung di Hannover, Jerman. Bahkan, menurut Managing Director Indigo.id, Ery Punta Hendraswara,  banyak investor asing yang mengaku tertarik menanamkan modalnya.

‬"Saat kami mempresentasikan tentang Angon.id dan konsep bisnisnya yang berupa investasi online di bidang peternakan, banyak investor asing yang tertarik," ujar Ery dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Sabtu (25/3).

‬Menurut Ery, Angon.id adalah sebuah platform beternak online yang memudahkan pengguna untuk berinvestasi di peternakan melalui aplikasi mobile. Angon.id menghubungkan para investor tersebut dengan peternak rakyat dan sentra peternakan rakyat (SPR).

‬"Bukan hanya Angon.id, banyak juga investor asing yang tertarik dengan sejumlah startup binaan kami," katanya.

Indigo.I'd, kata dia, akan menghubungkan para investor asing tersebut dengan binaan yang sesuai dengan ketertarikan dan kebutuhan mereka. Indigo.id ini, menjadi satu-satunya inkubator rintisan usaha digital (start up) dari Indonesia yang hadir sebagai eksibitor di booth paviliun Indonesia dalam event CEBIT tersebut.

Paviliun Indonesia dengan tema Archipelageek, kata dia, merupakan booth yang disediakan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Ery mengatakan, keberadaan Indigo.id pada event tersebut dimaksudkan untuk membangun konektifitas global. CEBIT 2017 bertemakan "Digital Business, DiConomy". Event tersebut, diikuti lebih dari 3.000 eksibitor dan diprediksi akan menarik pengunjung dari 100 negara di dunia.

‬"Target kami pada kegiatan ini adalah untuk menjembatani start up Indonesia ke kancah pasar global serta membangun jejaring mentoring dan kerjasama dengan inkubator lain," katanya.‬

‪Sebagai upaya membangun jejaring global, kata dia, sebelumnya Indigo.id sudah membangun aliansi strategis internal dengan PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) untuk disosialisasikan di empat benua di dunia. Indigo.id juga sudah menjalin kerja sama dengan inkubator sejenis asal Malaysia, MAGIC (Malaysia Global Innovation and Creative Center), pada 30 November 2016 lalu.

‬Selain MAGIC, dengan konsep serupa, Indigo bekerjasama pula dengan SVA Technology Alliance yang menyambungkan start up khusus kawasan Asia Tenggara dengan jejaring startup global langsung di Silicon Valley, Amerika Serikat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA