Rabu, 16 Muharram 1440 / 26 September 2018

Rabu, 16 Muharram 1440 / 26 September 2018

Medco Produksi 60 Ribu BOEPD pada 2015

Sabtu 06 Desember 2014 13:06 WIB

Red: Julkifli Marbun

Gedung Medco di Jakarta.

Gedung Medco di Jakarta.

Foto: Tahta Aidilla/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Medco Energi International Tbk menargetkan mampu memproduksi sebesar 60 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD) pada 2015.

"Target kita sekitar itu. Tetap 60 ribu boepd saja. Apalagi tren harga minyak masih turun," kata Dirut PT Medco E & P Indonesia, Frilla B. Yaman dalam Media Gathering di Jakarta, Sabtu (6/12).

Frilla menjelaskan, produksi Medco saat ini masih sekitar 60 ribu boepd yang terdiri dari 43 ribu dari blok yang dikelola di dalam negeri dan sisanya di luar negeri.

Oleh karena itu, lanjutnya, tren pengelolaan minyak dan gas oleh operator ke depan akan menggunakan pola seefisien mungkin.

"Istilahnya, akan kencangkan ikat pinggang sama-sama," katanya.

Artinya, lanjut Frilla, belanja modal perusahaan tetap pada kisaran 400-500 juta dolar AS per tahun.

Sekretaris Perusahaan PT Medco Energi International Tbk, Imron Gazali menyebut, Medco mengoperasikan dan mengelola 14 blok di dalam negeri dan enam blok di luar negeri.

"Enam blok di luar negeri itu seperti di Papua Nugini, Oman, AS, Yemen, Tunisia, Tunisia, Libia dan Oman," katanya.

Kontirbusi Medco terhadap negara yang bersumber dari hasil minyak dan gas serta pajak selama 13 tahun terakhir sekitar 11,1 miliar dolar AS atau sekitar 1 miliar dolar AS per tahun.

Blok Kampar

Pada bagian lain, Imron menyebutkan, pihaknya berharap dapat mengelola kembali Blok Kampar, setelah pada 2013 blok itu diserahkan ke pemerintah.

"Saat ini kami mendapatkan penugasan sementara hingga masa transisi selesai pada 1 Desember 2015," katanya.

Imron mengaku, blok itu sudah mampu memproduksi 1700 boepd dengan sangat efisien karena umumnya di blok itu adalah lapangan lama.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Peselam Wanita di Saudi Arabia

Selasa , 25 September 2018, 22:23 WIB