Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Beragam Pilihan Saham Layak Koleksi di Akhir Pekan Saat IHSG Bergerak Variatif

Jumat 09 Dec 2022 09:02 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (9/12), setelah melemah 0,21 persen ke level 6.804,22 pada perdagangan kemarin. Ajaib Sekuritas memproyeksi IHSG akan bergerak di rentang 6.747 – 6.880.

Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (9/12), setelah melemah 0,21 persen ke level 6.804,22 pada perdagangan kemarin. Ajaib Sekuritas memproyeksi IHSG akan bergerak di rentang 6.747 – 6.880.

Foto: Republika/Prayogi
Ajaib Sekuritas proyeksi IHSG bergerak variatif usai ditutup melemah kemarin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (9/12), setelah melemah 0,21 persen ke level 6.804,22 pada perdagangan kemarin. Ajaib Sekuritas memproyeksi IHSG akan bergerak di rentang 6.747 – 6.880.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Chisty Maryani, mengatakan pergerakan IHSG akan dipengaruhi sentimen dari domestik dan eksternal.

Special Data Dissemination Standard (SDDS) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) mencatat kenaikan cadangan devisa hampir di seluruh komponen. Kenaikan tertinggi ada di komponen monetary gold (emas moneter) yang tercatat 4,43 miliar dolar AS atau naik 6,97 persen dari posisi akhir Oktober 2022 sebesar 4,14 miliar dolar AS. 

BI juga melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2022 sebesar 119,1, lebih rendah dari periode sebelumnya yang tercatat di level 120,3. Penurunan IKK dipicu oleh melemahnya daya beli pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan inflasi yang relatif tinggi.

Dari eksternal, kinerja impor Amerika Serikat (AS) pada periode Oktober 2022 tercatat 334,8 miliar dolar AS, lebih tinggi dibanding periode bulan sebelumnya yang tercatat 332,6 miliar dolar AS. Kinerja ekspor AS menurun pada Oktober 2022 menjadi 256,6 miliar dolar AS, lebih rendah dari periode sebelumnya yang tercatat 258,5 miliar dolar AS. 

Alhasil, Neraca dagang AS untuk periode Oktober 2022 mengalami defisit sebesar 78,2 miliar dolar AS dibanding defisit pada bulan sebelumnya yang tercatat 74,1 miliar dolar AS.

Dengan berbagai sentimen tersebut, Ajaib Sekuritas merekomendasi beberapa saham - saham pilihan, yaitu:

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA