Saturday, 6 Rajab 1444 / 28 January 2023

BPS Catat Angka Kemiskinan 2022 di Banten Menurun, Ini Harapan Pemprov

Selasa 19 Jul 2022 15:05 WIB

Rep: Eva Rianti / Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar.Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat adanya penurunan angka kemiskinan di Provinsi Banten pada 2022. Menanggapi hal itu, Pemerintah Provinsi Banten mengatakan terus mendorong peran pelaku industri untuk dapat semakin menekan angka kemiskinan di Banten.

Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar.Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat adanya penurunan angka kemiskinan di Provinsi Banten pada 2022. Menanggapi hal itu, Pemerintah Provinsi Banten mengatakan terus mendorong peran pelaku industri untuk dapat semakin menekan angka kemiskinan di Banten.

Foto: Dok Pemprov Banten
Pemprov Banten dorong pelaku industri untuk membantu tekan angka kemiskinan

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat adanya penurunan angka kemiskinan di Provinsi Banten pada 2022. Menanggapi hal itu, Pemerintah Provinsi Banten mengatakan terus mendorong peran pelaku industri untuk dapat semakin menekan angka kemiskinan di Banten. 

Melansir dari Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Provinsi Banten Nomor: 35/07/36/Th. XVI, 15 Juli 2022 tertera adanya penurunan angka kemiskinan di Provinsi Banten. Tercatat, persentase penduduk miskin di Banten pada Maret 2022 sebesar 6,16 persen, menurun 0,34 persen dibandingkan angka pada September 2021 dan menurun 0,50 persen dibanding Maret 2021.

Adapun, jumlah penduduk miskin pada Maret 2022 sebesar 814,02 ribu orang, menurun 38,26 ribu orang terhadap September 2021 dan menurun 53,21 ribu orang dibanding Maret 2021. 

Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar menuturkan, pihaknya terus berupaya untuk mendorong para pelaku industri agar dapat meningkatkan aktivitasnya sebagai kontribusi dalam menekan angka kemiskinan. Salah satu hal yang dilakukan yakni dengan memberikan fasilitas kemudahan dalam berusaha sesuai dengan peraturan yang ada. 

"Rangkaian itu (fasilitas kemudahan dalam berusaha) akan menjadi nilai tambah mereka (pelaku industri), maka cakupan tenaga kerja yang bisa diserap akan lebih meningkat. Kita mendorong betul bagaimana mereka mengupayakan lapangan kerja dan terserapnya tenaga kerja," tutur Al Muktabar, Selasa (19/7/2022).

Al Muktabar menyebut, menjaga kawasan industri sangatlah penting dalam pertumbuhan ekonomi. Pihaknya mengaku juga selalu terbuka bila ada investasi yang masuk. 

"Jadi kalau semua orang sudah mendapatkan kesempatan bekerja, akan ada pertumbuhan ekonomi di sana," kata dia. 

Al Muktabar melanjutkan, saat ini sektor ekonomi kreatif (ekraf) dinilai sedang berkembang dengan baik. Digitalisasi menjadi salah satu penunjang dari perkembangan ekraf untuk memperluas akses pemasaran produk tersebut.

"Memang sudah menjadi keharusan saat ini partnership antara ekonomi kreatif dengan digitalisasi. Industri sudah mengarah ke sana, ada industri kreatif dan industri digital. Paduan semua itu akan menjadi sumber daya yang luar biasa dalam kegiatan pembangunan," terangnya. 

Pemprov Banten berharap masyarakat dapat memanfaatkan perkembangan digitalisasi, memadukannya dengan kreativitas sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. "Pada dasarnya, kemiskinan berbasis rumah tangga atau individu. Oleh karenanya, pergerakan dari semua pihak secara bersama-sama termasuk masyarakat akan sangat membantu menyelesaikan problem bersama kita," ungkapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA