Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani Optimistis Jumlah Orang Miskin Turun pada 2023

Jumat 20 May 2022 15:04 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Fuji Pratiwi

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/5/2022). Pemerintah optimistis jumlah orang miskin bisa menurun pada tahun depan. Hal ini sejalan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/5/2022). Pemerintah optimistis jumlah orang miskin bisa menurun pada tahun depan. Hal ini sejalan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Foto: Prayogi/Republika.
Sri Mulyani menargetkan angka kemiskinan turun ke level 7,5 persen sampai 8,5 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Pemerintah optimistis jumlah orang miskin bisa menurun pada tahun depan. Hal ini sejalan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menargetkan angka kemiskinan dapat turun ke level 7,5 persen sampai 8,5 persen pada tahun depan. Hal ini juga sejalan pengelolaan fiskal yang sehat serta efektivitas stimulus kepada masyarakat.

Baca Juga

"Peningkatan kualitas pemulihan ekonomi juga terlihat dengan membaiknya kondisi ketenagakerjaan serta tingkat kemiskinan. Hal ini akan terwujud seiring adanya transformasi ekonomi dan perbaikan kesejahteraan rakyat," ujarnya saat rapat paripurna DPR, Jumat (20/5/2022).

Sri Mulyani juga menargetkan tingkat pengangguran terbuka pada 2023 dapat ditekan dalam kisaran 5,3 persen hingga enam persen. Begitu juga dengan asumsi rasio gini berada kisaran 0,375 hingga 0,378 serta indeks pembangunan manusia dalam rentang 73,31 hingga 73,49.

"Selama dihantam gelombang Covid-19 varian delta tahun lalu, ekonomi Indonesia mampu mencapai 3,7 persen. Pemulihan ekonomi juga berlanjut pada kuartal I 2022 sebesar 5,01 persen," ucap Sri Mulyani.

Menurutnya saat ini ekonomi menunjukkan tren peningkatan diikuti pemulihan yang kuat. Tak terkecuali, sektor ketenagakerjaan serta tingkat kemiskinan yang kondisinya mulai membaik.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun menjadi 5,83 persen pada Februari 2022, sebelumnya berada pada kisaran 6,26 persen pada Februari 2021. "Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun mendekati level pra-pandemi, menjadi 5,83 persen pada Februari 2022 dari 6,26 persen pada Februari 2021," kata dia.

Sementara, angka kemiskinan nasional, lanjut Sri Mulyani, terlihat konsisten mengalami penurunan. Awalnya, angka kemiskinan pada awal 2020 mencapai 10,1 persen, kini telah kembali menjadi single digit 9,7 persen pada tahun lalu.

Untuk menekan angka pengangguran, menurut Sri Mulyani, pengelolaan fiskal harus sehat. Selain itu, disertai dengan efektivitas stimulus kepada transformasi ekonomi dan perbaikan kesejahteraan rakyat.

"Dengan pengelolaan fiskal yang sehat disertai dengan efektivitas stimulus kepada transformasi ekonomi dan perbaikan kesejahteraan rakyat," kata Sri Mulyani.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA