Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Pemerintah Bayar Rp 6,9 T untuk Obati 99 Ribu Pasien Covid

Jumat 23 Apr 2021 06:45 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Perawatan pasien Covid19 (ilustrasi)

Perawatan pasien Covid19 (ilustrasi)

Foto: Republika/Havid Al Vizki
Rata-rata pasien Covid-19 yang dirawat menelan anggaran pemerintah sekitar Rp 70 juta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 130,03 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19. Anggaran tersebut telah mengobati 99 ribu pasien Covid-19 per Maret 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, anggaran tersebut digunakan untuk penanganan dari testing dan tracing, perawatan, hingga vaksinasi. Tercatat total biaya perawatan pasien corona yang telah dibayar sebesar Rp 6,9 triliun per kuartal satu 2021.

"Anggaran Kementerian Kesehatan yang meningkat pada kuartal satu 2021 digunakan untuk membayar biaya perawatan 99 ribu pasien Covid-19," ujarnya saat konferensi pers APBN Kita, seperti dikutip Jumat (23/4).

Baca Juga

Dengan demikian, rata-rata pasien Covid-19 yang dirawat menelan anggaran pemerintah sekira Rp 70 juta. Selain biaya perawatan, pemerintah juga telah menggelontorkan anggaran vaksin sebesar Rp 5,8 triliun.

Per 20 April, total vaksin yang telah disuntikkan mencapai 17,2 juta dosis. “Masyarakat yang mendapat suntikan vaksin pertama 8,1 juta dan vaksin kedua sebanyak 2,7 juta, dengan total anggaran Rp 5,8 triliun," ucapnya.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan mencatatkan realisasi kenaikan anggaran tertinggi pada kuartal satu 2020. Adapun realisasinya melonjak dari Rp 2,4 triliun pada kuartal satu 2020 menjadi Rp 15,1 triliun.

"Terlihat memang Covid-19 mengambil sumber daya yang besar dari APBN Kita. Namun, ini memang untuk melindungi rakyat," katanya.

Baca juga : Rupiah Melemah Dibayangi Kenaikan Kasus Covid-19 Global

Dia menekankan, saat ini Indonesia patut bersyukur karena kasus Covid-19 relatif terkendali saat banyak negara mengalami lonjakan kasus. Namun, dia menegaskan, masyarakat tidak boleh lengah dan harus terus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Per 21 April 2021, pasien positif Covid-19 bertambah 5.720 orang. Adapun total Kasus mencapai 1.620.569 dengan 1.475.456 pasien dinyatakan sembuh dan 44.007 orang meninggal dunia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA