Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

IHSG Kembali Menguat Mengikuti Bursa Global

Rabu 23 Sep 2020 09:56 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ilustrasi Prayogi/Republika

Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ilustrasi Prayogi/Republika

Foto: Prayogi/Republika
Penguatan IHSG hari ini sejalan dengan perdagangan bursa saham AS yang positif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona positif pada perdagangan pagi ini, Rabu (23/9). Indeks dibuka menguat sebesar 0,85 persen atau bertambah 41 poin ke pevel 4.976,02. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah sebesar 1,31 persen.

Penguatan IHSG hari ini sejalan dengan perdagangan bursa saham Amerika Serikat (AS) yang bergerak positif. Nasdaq memimpin penguatan sebesar 1,71 persen diikuti S&P500 yang naik 1,05 persen serta Dow Jones naik 0,52 persen.

Kepala riset Samuel Sekuritas, Suria Dharma, memperkirakan IHSG hari ini berpeluang untuk menguat. "IHSG hari ini berpotensi menguat mengikuti pergerakan bursa global," kata Suria, Rabu (23/9).

Menurut Suria, sentimen positif datang dari pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell yang siap mendukung ekonomi dengan kebijakan-kebijakan moneter. Investor juga mencermati pernyataan The Fed Chicago, Charles Evans yang menyebut suku bunga AS akan naik cukup cepat setelah pandemi berhasil diatasi.

Sentimen positif bagi IHSG juga datang dari stimulus AS. Juru Bicara Gedung Putih, Nanci Pelosi, mengatakan kesepakatan anggaran bersama Menteri Keuangan Steven Mnuchin telah menemui titik terang. Kesepakatan tersebut termasuk 8 miliar dolar AS untuk bantuan bagi rakyat selama Pandemi.

Sementara itu, sentimen negatif datang dari Inggris yang terus mengalami kenaikan kasus Covid-19. Menurut Suria, investor mengkhawatirkan adanya kemungkinan pengetatan kembali lockdown di negara tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA