Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Erick Thohir Sebut Agus Martowardojo Bawa BNI Naik Kelas

Kamis 20 Feb 2020 20:52 WIB

Red: Indira Rezkisari

Agus Martowardojo diangkat Menteri BUMN Erick Thohir sebagai komisaris utama BNI.

Agus Martowardojo diangkat Menteri BUMN Erick Thohir sebagai komisaris utama BNI.

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Erick Thohir mengapresiasi kesediaan Agus Martowardojo membantu BNI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN Erick Thohir menyambut dipilihnya Agus Martowardojo sebagai Komisaris Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Figur senior itu dinilai bisa membawa BNI naik kelas.

Erick mengaku telah bertemu dengan mantan Gubernur Bank Indonesia itu beberapa kali sebelum memutuskan berlabuh di BNI. "Saya secara pribadi sudah ketemu dua, tiga kali, untuk memastikan ke depan BNI seperti ini. Ternyata beliau sangat mendukung. Nah tentu apa rencananya nanti kita tunggu saja. Yang pasti BNI sudah saatnya juga naik kelas," katanya ditemui seusai Rakornas Investasi 2020 di Jakarta, Kamis (20/2).

Erick mengaku sangat mengapresiasi kehadiran sosok seperti Agus Marto untuk bisa membantu mengawasi kinerja perbankan pelat merah itu.

"Ketika figur besar seperti Agus Marto, beliau bekas Gubernur BI dan Menteri Keuangan lho, mau membantu kami sebagai Komut BNI, itu sesuatu yang luar biasa. Saya sangat mengapresiasi," katanya.

Menteri berharap, bergabungnya Agus Marto akan dapat mendorong BNI menjadi talent pool yang baik. Sehingga sanggup menelurkan insan-insan berprestasi di masa depan.

"Sekarang kesempatan BNI, dengan Komut Pak Agus Marto, masa talent pool-nya tidak bisa lebih baik?" katanya.

Erick juga meminta agar BNI ke depan bisa tumbuh baik di tengah era disrupsi. Ia pun menyinggung soal Telkom, yang sempat disindirnya harus bertransformasi dan mengubah bisnis modelnya di era disrupsi.

Ia menuturkan tidak ada maksud untuk mendiskreditkan Telkom. Ia hanya mengingatkan agar Telkom harus bisa berubah di era disrupsi agar tidak mati.

"Bukan saya antipati, mau tutup tanpa ada strategi. Sama ketika bicara Bank Mandiri, BNI mungkin tersinggung tapi sekarang saya beri Komut terbaik, Pak Agus Marto. Sama seperti Telkom, ketika saya bicara begini bisa tidak Telkom bergerak menjadi Telkom yang dulu? Yang sangat besar. Di era disrupsi ini harus ada perubahan bisnis model," ujarnya.



sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA