Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Upaya BEI Memperdalam Pasar Keuangan

Senin 24 Jun 2019 20:30 WIB

Rep: retno wulandhari/ Red: Dwi Murdaningsih

Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Per Mei 2019, total investor di BEI sudah mencapai 1,9 juta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan komitmen BEI dalam mendukung pendalaman pasar modal Indonesia. BEI pun menyiapkan sejumlah strategi.

Baca Juga

Inarno mengungkapkan BEI akan meningkatan jumlah dan partisipasi investor serta kualitas dan kuatitas perusahaan tercatat. BEI juga akan meningkatkan kapasitas anggota bursa dan perluasan partisipan. Strategi terakhir yaitu mengembangkan dan mengoptimalisasi infrastruktur kebursaan.

Inarno menjelaskan, saat ini BEI sedang fokus melakukan pengembangan produk turunan yang diperkuat dukungan securities lending and borrowing. Di sisi lain, BEI sedang fokus pada pengembangan platform perdagangan surat utang di bursa sehingga mampu mengakomodasi pengambangan pasar modal Indonesia.

BEI juga melakukan perluasan proses pencatatan melalui penawaran umum secara elektronik atau e-IPO, serta registrasi penawaran umum dan pencatatan perusahaan secara elektronik atau e-Registrastion. "Kami juga berupaya memperluas akses penggalangan dana dan pencatatan saham kepada UKM dan start up melalui papan akselerasi," kata Inarno.

BEI bersama OJK juga berupaya memperluas akses investasi pasar modal di daerah melalui implementasi perusahaan efek daerah. Sementara untuk memperkuat perlindungan dan kesadaran terhadap investor, BEI mengimplementasikan notasi khusus pada akhir kode perusahaan tercatat.

Per Mei 2019, total investor di BEI sudah mencapai 1,9 juta. Dari akhir 2018, jumlah investor sudah meningkat 19 persen dari hanya sekitar 1,6 juta. Sementara jumlah perusahaan tercatat per Juni 2019 mencapai 633 perusahaan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA