Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

BI Catat Survei Penjualan Eceran per April Tumbuh 6,7 Persen

Sabtu 15 Jun 2019 11:10 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolanda

Petugas melayani pembeli di sebuah toko ritel (ilustrasi).

Petugas melayani pembeli di sebuah toko ritel (ilustrasi).

Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Penjualan eceran April lebih rendah dibandingkan Maret 10,1 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) mencatat penjualan eceran tetap tumbuh positif pada April 2019, meskipun lebih rendah dari bulan sebelumnya. Indeks Penjualan Riil (IPR) dari Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia pada April 2019 tumbuh sebesar 6,7 persen (yoy), lebih rendah dari 10,1 persen (yoy) pada Maret 2019. 

Berdasarkan siaran pers yang diterima Republika.co.id, Sabtu (15/6), hal tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan penjualan eceran yang menurun pada semua kelompok, kecuali kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya. "Penjualan eceran diprakirakan meningkat pada Mei 2019," ujar Direktur Eksekutif Bank Indonesia Onny Widjanarko.

Baca Juga

Dia menjelaskan pencapaian tersebut diindikasikan oleh IPR Mei 2019 yang diprakirakan tumbuh 9,0 persen (yoy) sejalan dengan peningkatan permintaan pada periode bulan puasa Ramadhan. Peningkatan tersebut ditopang oleh penjualan kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, kelompok Suku Cadang dan Aksesori, kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau, dan subkelompok Sandang.

Hasil survei mengindikasikan tekanan harga di tingkat pedagang eceran dalam tiga bulan mendatang (Juli 2019) diprakirakan akan menurun. Indikasi tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 160,5, menurun dari 174,6 pada bulan sebelumnya sejalan dengan kembali normalnya pasokan dan permintaan konsumen setelah bulan puasa Ramadhan dan perayaan Hari Raya Idul Fitri. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA