Monday, 21 Syawwal 1440 / 24 June 2019

Monday, 21 Syawwal 1440 / 24 June 2019

Rupiah Ditutup Menguat pada Perdagangan Sore Ini

Kamis 23 May 2019 17:42 WIB

Red: Nidia Zuraya

Seorang petugas teller menghitung mata uang rupiah.    (ilustrasi)

Seorang petugas teller menghitung mata uang rupiah. (ilustrasi)

Foto: Republika/ Yogi Ardhi
Berakhirnya gelombang demonstrasi ricuh kembali membuat investor memborong rupiah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (23/5) sore menguat. Penguatan ini seiring meredanya kericuhan dalam aksi demo yang memprotes hasil rekapitulasi nasional pemilu 2019 Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca Juga

Rupiah menguat 45 poin atau 0,31 persen menjadi Rp 14.480 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.525 per dolar AS. Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, berakhirnya gelombang demonstrasi ricuh tadi pagi memberi kepercayaan terhadap pelaku pasar untuk kembali memborong mata uang rupiah.

"Sehingga walaupun isu perang dagang antara AS dan China serta Brexit masih dominan, namun efek meredanya kekisruhan di Jalan Thamrin depan kantor Bawaslu, Tanah abang dan Petamburan. membuat rupiah kembali menguat," ujar Ibrahim di Jakarta, Kamis (23/5).

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di level Rp 14.521 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.459 per dolar AS hingga Rp 14.525 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis (23/5) menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp 14.513 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.488 per dolar AS.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA