Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

ASITA Optimistis Aksi 22 Mei tak Pengaruhi Pariwisata

Rabu 22 May 2019 14:52 WIB

Red: Christiyaningsih

Wisatawan menikmati suasana matahari terbit di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019).

Wisatawan menikmati suasana matahari terbit di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019).

Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah
ASITA optimistis aksi 22 Mei tak pengaruhi pariwisata karena masih bisa dikendalikan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) optimistis situasi politik yang terjadi di Indonesia khususnya terkait aksi demonstrasi di Jakarta tidak akan berdampak pada sektor pariwisata. Ketua Umum Asita Nunung Rusmiati menyatakan bahwa aksi massa yang terjadi masih bisa dikendalikan oleh aparat keamanan. Karena itu, efeknya juga tidak besar untuk sektor pariwisata.

"Tadi memang banyak pertanyaan, itu sudah biasa ketika selesai pemilihan, sekarang lagi demokrasi. Saya meyakinkan kepada wisatawan bahwa Indonesia aman. Saya optimistis tidak akan berpengaruh," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon di Jakarta, Rabu (22/5).

Ia mengklaim ketegangan politik seusai pemilihan merupakan hal yang pasti terjadi. Kondisi itu hanya terjadi sesaat sehingga dipercaya tidak akan memengaruhi kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia. "Kita juga tahu aparat keamanan sudah siap (mengamankan), jadi Insya Allah tidak ada dampak," kata Nunung.

Menurut dia, ASITA memiliki tujuh ribu anggota agen perjalanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga saat ini belum ada laporan perihal dampak situasi politik terhadap kedatangan wisatawan.

Disinggung mengenai penetapan hasil perhitungan suara oleh KPU yang memenangkan petahana, menurutnya pelaku pariwisata bisa menciptakan iklim sesuai regulasi yang sudah diambil pemerintah sebelumnya. Kondisi tersebut memberikan keberlanjutan pada program-program dan kebijakan terdahulu serta mengevaluasi pekerjaan yang sebelumnya dianggap belum optimal.

"Kami selalu mengikuti (kebijakan) pemerintah. Anggota kita tujuh ribu pelaku usaha pariwisata harus bersinergi dan kita sudah siap siapapun pemimpinnya," kata dia.

Meski optimistis sektor pariwisata tidak terkena dampak situasi politik, ia berharap kondisi keamanan pascapengumuman resmi KPU segera kondusif. Sebab, kondisi keamanan dan politik dalam negeri menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

"Kita harus buktikan bahwa demonstrasi aman karena dengan situasi aman ini wisatawan tidak akan takut datang, terlebih Indonesia besar, pariwisata banyak pilihan," kata dia.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA