Monday, 21 Syawwal 1440 / 24 June 2019

Monday, 21 Syawwal 1440 / 24 June 2019

BEI Harap Pengumuman KPU Jadi Sentimen Positif Pasar

Selasa 21 May 2019 11:56 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolanda

Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (13/5).

Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (13/5).

Foto: Republika/Prayogi
Dua hari terakhir, IHSG kembali bergerak positif ke level 6.000

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi berharap pengumuman hasil rekapitulasi nasional Pemilihan Presiden 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa dini hari dapat menjadi sentimen positif bagi pasar. IHSG diharapkan kembali hijau dengan hasil rekapitulasi suara KPU.

"Insya Allah positif, kami harapkan tidak ada apa-apa. Kami harapkan market bisa kembali seperti semula," ujar Inarno di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (21/5).

Baca Juga

Dalam sepekan terakhir, IHSG memang terus cenderung menurun hingga menembus level di bawah 6.000. Namun, dua hari terakhir indeks kembali menguat. Hingga pukul 10.21 WIB, IHSG hampir kembali menembus level 6.000.

Selain itu, nilai transaksi juga menurun menjadi kisaran Rp 7 triliun sampai dengan Rp 9 triliun dari rata-rata Rp 10,5 triliun setiap hari sejak awal 2019. "Kita bisa lihat dalam dua hari ini mulai rebound walau kemarin-kemarin ada penurunan yang saya pikir agak terlalu dalam ya, agak overshoot," kata Inarno.

Inarno juga mengakui memang banyak investor asing yang melakukan aksi jual sehingga terjadi arus modal keluar (capital outlow). Namun, ia meyakini pasar akan kembali normal pascapemilu.

"Kita lihat beberapa hari ini sudah mulai masuk lagi, pasar sudah mulai optimistis ya," ujar Inarno.

Terkait penawaran umum perdana (IPO), ia pun juga yakin akan semakin banyak perusahaan yang melakukan IPO jika sudah ada kepastian politik terkait pemerintahan baru. "Insya Allah optimistis. Makanya berdoa bersama-sama supaya tidak ada apa-apa. Perbedaan itu kan biasa. Kalau ada ketidakpuasan biasa, tapi kan ada salurannya yang resmi. Jadi kalau memang sekiranya semua berjalan lancar sih maka oke-oke saja," katanya.

KPU pada Selasa dini hari telah menyelesaikan rekapitulasi suara untuk pemilihan umum baik untuk pemilihan presiden maupun legislatif, dan telah mengumumkan hasil rekapitulasi sehari sebelum rencana semula pada 22 Mei 2019. Jumlah suara yang masuk untuk pilpres tercatat sebesar 154.257.601, meningkat dibandingkan pada Pilpres Juni 2014 yang sebesar 133.574.277 atau naik 15,48 persen. Pada Pilpres 17 April 2019 tersebut tercatat 85.607.362 suara atau mencapai 55,5 persen diperoleh oleh pasangan calon Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, sementara sisanya 44,5 persen diperoleh pasangan calon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Jika dibandingkan dengan hasil pilpres Juni 2014, pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla memperoleh 53,15 persen dari suara, sementara pasangan Probowo Subianto dan Hatta Rajasa memperoleh 46,85 persen.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA