Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Pengamat: Pemilu Kuatkan Tertahannya Penanaman Modal Asing

Senin 20 Mei 2019 16:48 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolanda

Pekerja menunjukkan uang Rupiah dan Dollar Amerika Serikat di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Pekerja menunjukkan uang Rupiah dan Dollar Amerika Serikat di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Tertahannya penanaman modal asing menjadi penyebab pelemahan rupiah saat ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia mengalami pelemahan rupiah dalam beberapa pekan terakhir salah satunya karena tertahannya Penanaman Modal Asing (PMA). Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah Redjalam menyatakan ada beberapa penyebab utama pelemahan rupiah terkait PMA.

Baca Juga

"Pemilu hanya jadi faktor yang menguatkan saja bagi investor untuk hold dulu," kata dia pada Republika.co.id, Senin (20/5).

Menurut Piter, penyebab utama pelemahan rupiah adalah modal asing yang masih mengalir keluar. Nilai tukar negara-negara lain sudah mulai kembali menguat disebabkan sudah kembali stabilnya aliran modal asing mereka.

Piter mengatakan ada beberapa alasan mengapa aliran modal asing di Indonesia masih mengalir keluar. Pertama, yakni dominasi modal asing yang cukup besar di portofolio Indonesia. Sekitar 40 persen dari surat utang pemerintah dan equity dimiliki oleh pemodal asing. 

Kedua, defisit neraca berjalan (CAD) yang terus memburuk terutama dengan masih defisitnya neraca perdagangan. Ketiga, kondisi politik yang masih bergejolak dengan belum selesainya proses pemilu. Hasil perolehan suara akan diumumkan pada 22 Mei 2019 mendatang.

Pekan lalu, Bank Indonesia (BI) mencatat, aliran modal asing yang keluar dari Indonesia atau outflow mencapai Rp 11,3 triliun (nett jual) dari Senin (13/5) hingga Kamis (16/5). Dari total tersebut, sebanyak Rp 7,6 triliun di antaranya adalah Surat Berharga Negara dan sekitar Rp 4 triliun saham.

Rupiah terus melemah sejak awal bulan ini. Pada 30 April, rupiah berada di level Rp 14.215 per dolar AS. Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah pada hari ini, Senin, ditransaksikan senilai Rp 14.478 per dolar AS.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA