Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Efek Pilpres pada IHSG Diperkirakan Jangka Pendek

Kamis 18 Apr 2019 16:52 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Friska Yolanda

Seorang pria mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Seorang pria mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Efek pilpres hanya akan terasa satu sampai dua hari ke depan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (18/4), merespons positif hasil hitung cepat Pilpres 2019 dengan terus bergerak di zona hijau hingga penutupan. IHSG dibuka di level 6.568 dan bergerak stabil hingga ditutup di level 6.490.

Baca Juga

Analis Artha Sekuritas, Dennis Christopher, menjelaskan efek positif ini diperkirakan hanya jangka pendek merespons hasil quick count. "Investor cukup optimistis melihat hasil quick count yang mengunggulkan Jokowi," ujar Dennis kepada Republika.co.id, Kamis (18/4).

Menurut Dennis, pasar memandang cukup baik track record Joko Widodo (Jokowi) selama lima tahun terakhir menjabat. Potensi besar Jokowi terpilih kembali mendorong optimisme pasar saham bergerak positif, terutama dari investor asing.

"Ini terlihat pada perdagangan sesi 1, investor asing mencatat net buy lebih dari Rp 1 triliun," katanya. 

Kendati begitu ia menilai efek positif dari situasi perpolitikan ini hanya akan berlangsung jangka pendek satu hingga dua hari hari ke depan. Setelah ini, pergerakan pasar akan lebih dipengaruhi faktor global.

Efek jangka panjang diperkirakan akan lebih terasa jika Jokowi sudah resmi menjabat kembali, dan setelah menentukan kebijakan baru dan arah perekonomian.

"Efeknya 1-2 hari saja, tergantung situasi global juga. Tapi sejauh ini global cukup oke. Jadi peluang penguatan saya rasa masih cukup besar," kata Dennis. 

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta mengatakan euforia Jokowi effect ini tidak cukup membantu penguatan IHSG. Hal ini karena pelemahan kinerja pada indeks regional Asia, hasil data-data PMI di kawasan Eropa yang mengecewakan, serta menyambut hari libur Wafat Isa Al Masih pada hari Jumat dan Easter Monday.

"Ini membuat penguatan IHSG hanya sebesar 0,40 persen," kata Nafan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA