Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Luhut: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Baik

Senin 08 Apr 2019 13:37 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolanda

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan

Foto: Abdan Syakura
Pertumbuhan ekonomi tidak semoncer tahun-tahun sebelumnya tapi tetap tumbuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan membantah dengan tegas anggapan bahwa perekonomian Indonesia saat ini sedang tidak baik. Ia menganggap pihak yang menilai perekonomian Indonesia tidak baik berbicara tanpa data.

Luhut menjelaskan saat ini produk domestik bruto (PDB) Indonesia tercatat sebesar Rp 1,1 triliun dengan nilai inflasi di bawah tiga persen. "Indonesa adalah negara besar, semua bagus kok. Kalau ada orang bilang kita negeri yang diperkosa, dia yang perkosa paling," ujar Luhut di Telkom Landmark, Senin (8/4).

Baca Juga

Luhut juga mengatakan, salah satu indikator pertumbuhan ekonomi yang membaik adalah banyaknya usaha startup Indonesia saat ini yang bahkan memiliki valuasi aset terbesar di Asia. "Unicorn ada enam di asia, empat di Indonesia. Jadi kalau ada yang bilang kita gak bagus, liat aja PE (pertumbuhan ekonoi) kita," ujar Luhut.

Namun, ia tak menampik jika pertumbuhan ekonomi tidak semoncer masa sebelumnya. Sebab, kata Luhut, hari ini kondisi ekonomi global juga sedang tidak menentu. 

Meskipun demikian, ia memastikan pemerintah telah mengambil langkah strategis agar perekonomian Indonesia tetap tumbuh. "Memang turun sejak 2009 karena komoditas ambrol. Kita buat ini membaik, langkah yang oke waktu itu dan proses cuman dua pekan, cabut subsidi, bangun infrastruktur dan pendidikan. Maka PE kita tumbuh di tengah kondisi yang lagi gak bagus," ujar Luhut.

Luhut mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa saja menembus angka enam persen. Namun, pemerintah memang tidak ingin memacu seperti itu, karena kalau ingin seperti itu maka perlu ada pengorbanan dengan tidak mempedulikan asas keadilan.

"Ini makanya ekonomi kita lima persen itu sekian, kita akan tetap bertahan," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA